BREAKING NEWS
 

Setrum Yang Tiba-tiba K.O Di Spanyol Diduga Karena Getaran Atmosferik Terinduksi

Reporter & Editor :
M ADE AL KAUTSAR
Selasa, 29 April 2025 21:29 WIB
Ilustrasi. Foto: Unsplash/Claudio Schwarz

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemadaman listrik skala besar secara tiba-tiba mengguncang Semenanjung Iberia pada Senin (29/4) siang waktu setempat. Spanyol, Portugal, Andorra, dan sebagian wilayah Prancis lumpuh akibat mati lampu. Transportasi, layanan publik, dan sistem komunikasi di kawasan tersebut sontak terganggu.

Jaringan kereta api nasional Spanyol, Renfe,  misalnya. Mereka menghentikan seluruh layanannya setelah aliran listrik terputus mendadak. “Pukul 12:30 (waktu setempat, atau 17.30 WIB), terjadi pemadaman listrik nasional, kereta dihentikan dan tidak ada keberangkatan,” tulis Renfe melalui platform X.

Operator listrik Portugal, REN, menyebut fenomena ini diduga akibat “getaran atmosferik terinduksi” yang menyebabkan kegagalan sinkronisasi antarsistem kelistrikan Eropa, memicu gangguan berantai yang menjalar lintas negara. Red Electrica, operator jaringan listrik Spanyol, menyatakan kejadian ini sebagai insiden “luar biasa dan sama sekali tidak biasa”.

Baca juga : Naskah Sang Hyang Siksa Kandang Karesian Ditetapkan sebagai Memory of The World

Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sánchez, mengatakan sekitar 15 gigawatt energi—setara 60 persen dari total konsumsi nasional—tiba-tiba hilang selama 5 detik dari sistem. Kondisi ini sebutnya belum pernah terjadi sebelumnya. Penyebab hilangnya suplai ini, masih belum bisa dipastikan oleh para ahli.

Adsense

“Saat ini masih terlalu dini untuk memastikan penyebab pasti dari pemadaman ini," katanya, dilansir The Guardian.

Hingga Senin pukul 22.00 waktu setempat, sebanyak 421 dari 680 gardu listrik Spanyol (62 persen) telah kembali beroperasi. Aliran listrik nasional pun mulai pulih, dengan 43,3 persen kebutuhan energi berhasil dipenuhi. Produksi energi domestik berbasis gas dan tenaga air ditingkatkan untuk menutupi defisit energi yang terjadi.

Baca juga : Siap-Siap, Warga Non Uni Eropa Di Spanyol Bakal Kena Pajak Properti 100 Persen

Situasi di jalan raya nasional secara umum terkendali, namun kemacetan sempat terjadi di sejumlah titik karena matinya lampu lalu lintas. Polisi harus mengatur arus lalu lintas secara manual, sementara otoritas lalu lintas nasional (DGT) meminta masyarakat untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.

Dampak besar juga dirasakan di sektor transportasi umum. Dari sekitar 6.000 jadwal penerbangan, sebanyak 344 dibatalkan. Namun gangguan paling parah terjadi di jaringan kereta. Sekitar 35.000 penumpang terjebak di lebih dari 100 rangkaian kereta. Sebagian besar telah dievakuasi dengan bantuan militer dan perusahaan kereta api, meski masih terdapat 11 kereta yang terisolasi di daerah terpencil.

Sementara itu, rumah sakit tetap beroperasi dengan dukungan sistem cadangan. Namun, gangguan telekomunikasi masih terjadi karena banyak antena tidak tersuplai listrik. Di Portugal, situasi serupa melanda Lisbon dan wilayah utara–selatan negara itu. 

Baca juga : Sudah Dianggap Mati Suri, Mariara Hari Ini Gelar Gala Premiere

Layanan metro dihentikan, ATM dan sistem pembayaran digital lumpuh, serta pemasok air EPAL memperingatkan potensi gangguan air bersih. Warga pun dilaporkan menyerbu toko-toko untuk membeli air minum, lampu gas, generator, dan radio bertenaga baterai.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense