BREAKING NEWS
 

Qatar Hadiahi Pesawat Mewah untuk Trump: Kontroversi dan Fakta di Baliknya

Reporter & Editor :
MELLANI EKA MAHAYANA
Senin, 12 Mei 2025 09:51 WIB
Donald Trump pernah melakukan tur melihat interior Boeing-747-8 milik Qatar. (Foto Aviation24.be)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan akan menerima pesawat Boeing 747-8 supermewah dari keluarga kerajaan Qatar. Pesawat ini disebut-sebut akan digunakan sebagai Air Force One sementara, menggantikan pesawat kepresidenan yang sedang dalam proses modernisasi.

Namun publik AS terbelah dalam merespons kabar tersebut.

Pesawat Mewah dengan Fasilitas Istana Terbang

Pesawat yang diberikan kepada Trump ini bukan pesawat biasa. Dijuluki sebagai "Istana Terbang", Boeing 747-8 ini memiliki interior yang sangat mewah dengan fasilitas kelas atas. Termasuk, ruang konferensi, kamar tidur pribadi, dan sistem komunikasi canggih.

Dilansir Reuters, nilai pesawat ini diperkirakan mencapai Rp 6,6 triliun. Pesawat ini sebelumnya digunakan oleh Hamad bin Jassim bin Jaber Al Thani, anggota keluarga kerajaan Qatar yang juga dikenal sebagai salah satu orang terkaya di negara tersebut.

Kontroversi dan Etika

Baca juga : Pusing Setelah dari Toilet, Jemaah Haji Banjarnegara Wafat di Bandara Madinah

Keputusan Qatar untuk memberikan pesawat ini kepada pemerintahan Trump menimbulkan berbagai pertanyaan hukum dan etika. Menurut Konstitusi AS, pejabat federal tidak diperbolehkan menerima hadiah dari pemerintah asing tanpa persetujuan Kongres. Seorang pejabat Qatar menyatakan bahwa pesawat ini secara teknis diberikan kepada Departemen Pertahanan AS, bukan sebagai hadiah pribadi untuk Trump.

Trump membenarkan kabar tersebut di media sosialnya, Truth Social, Minggu (11/5/2025).

"Faktanya bahwa Departemen Pertahanan mendapatkan HADIAH, GRATIS, pesawat 747 untuk menggantikan Air Force One yang sudah berusia 40 tahun, untuk sementara, dalam transaksi yang sangat terbuka dan transparan, sangat mengganggu Demokrat," tulisnya.

Adsense

Beberapa anggota Partai Demokrat mengkritik langkah ini, menyebutnya sebagai bentuk pengaruh asing yang berbahaya. Pemimpin Minoritas Senat AS Chuck Schumer bahkan menyebut pemberian pesawat ini sebagai penipuan terbaru Trump, menegaskan bahwa langkah ini bertentangan dengan prinsip "America First" yang diagungkan Trump dalam kampanyenya.

Masih Dalam Pemeriksaan

Baca juga : Muhammadiyah Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Myanmar

Saat ini, pesawat tersebut masih dalam tahap pemeriksaan Central Intelligence Agency (CIA) dan National Security Agency (NSA) untuk memastikan tidak ada perangkat mata-mata yang terpasang. Jika lolos uji keamanan, pesawat ini akan digunakan sebagai Air Force One sementara hingga Boeing menyelesaikan pesawat kepresidenan baru yang dijadwalkan tiba pada tahun 2027.

Sementara itu, pemerintahan Trump telah menunjuk kontraktor pertahanan L3Harris untuk melakukan modifikasi pada pesawat ini agar sesuai dengan standar keamanan kepresidenan.

Masih Dalam Proses

Menurut juru bicara Qatar, Ali Al-Ansari, kepada New York Times, transfer pesawat masih dalam tahap pertimbangan, dan belum ada keputusan final. ABCNews merupakan yang pertama kali mengabarkan pemberian hadiah Qatar itu, Minggu.

Sementara itu, Gedung Putih melalui juru bicara Karoline Leavitt, menekankan, setiap hadiah dari selalu merujuk dengan seluruh hukum yang berlaku.

Baca juga : Pesan Menag ke Petugas Haji: Beri Kesan Pertama yang Baik ke Jemaah

"Pemerintahan Trump berkomitmen terhadap transparansi penuh,” pungkasnya.

Trump tidak asing dengan pesawat Boeing 747-8 milik Qatar itu. Trump pernah tur melihat interior pesawat tersebut pada Februari lalu, ketika pesawat tersebut parkir di Bandara Internasional Palm Beach di Florida, dekat resor Mar-a-Lago miliknya.

Pada saat itu, Gedung Putih mengatakan bahwa presiden melakukan hal tersebut untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana pesawat Air Force One akan dimodernisasi. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense