Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Cegah Banjir, 3 Pesawat Dikerahkan Untuk Operasi Modifikasi Cuaca Tahap Dua
Rabu, 12 Maret 2025 15:58 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah kembali menggelar Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tahap dua yang berlangsung pada 11-20 Maret 2025. Upaya ini dilakukan untuk mengurangi curah hujan ekstrem yang dapat memicu banjir di wilayah Jabodetabek.
OMC tahap kedua ini merupakan operasi gabungan antara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, serta Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui BPBD Jawa Barat.
Langkah ini diambil sesuai arahan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dalam rapat koordinasi penanganan banjir di Pendopo Wali Kota Bekasi pada Kamis (6/3).
Baca juga : Diprediksi Diguyur Hujan Lebat, Jakarta Gelar Operasi Modifikasi Cuaca Tahap 3
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpotensi terjadi di Jakarta, Jawa Barat, dan Banten pada 10-18 Maret 2025.
Untuk mendukung operasi ini, pemerintah mengerahkan tiga pesawat yang beroperasi dari dua titik koordinasi, yakni Lanud Halim Perdanakusuma untuk tim OMC BNPB dan DKI Jakarta serta Lanud Husein Sastranegara untuk tim OMC Jawa Barat.
Pada hari pertama operasi, Selasa (11/3), tim DKI Jakarta melaksanakan tiga sorti penerbangan menggunakan pesawat Casa A-2117. Penyemaian pertama dilakukan di wilayah Barat Laut, Selat Sunda, dan Kepulauan Seribu. Sorti kedua difokuskan ke daerah Utara Jakarta atau Laut Jawa, sementara sorti terakhir kembali menyasar wilayah Barat Laut dan Utara Jakarta. Setiap penerbangan menghabiskan 800 kilogram bahan semai Natrium Klorida (NaCl).
Baca juga : Mitigasi Bencana, Jabar Gelar Operasi Modifikasi Cuaca
Di Jawa Barat, tim OMC juga menjalankan dua sorti penerbangan dengan pesawat Casa A-2104. Sorti pertama menyasar wilayah Timur Laut Perairan Cirebon, sementara sorti kedua diarahkan ke Perairan Utara Indramayu. Setiap sorti menghabiskan 800 kilogram NaCl untuk mempercepat proses penguapan dan mengalihkan hujan ke wilayah perairan.
Selain itu, tim OMC BNPB juga melakukan penerbangan malam menggunakan pesawat Caravan PK-SNP. Penerbangan ini bertujuan mengurangi pasokan massa udara yang berpotensi memasuki Jakarta dan Banten. Dalam dua sorti penerbangan yang dilakukan, tim menyebar 1.000 kilogram NaCl per penerbangan di wilayah Perairan Barat Jakarta hingga Selat Sunda.
Pelaksanaan OMC hari pertama menunjukkan hasil yang cukup efektif. Hujan yang sebelumnya diprediksi turun dengan intensitas tinggi pada siang hingga sore hari berhasil dikendalikan menjadi hujan ringan hingga sedang. Pemantauan cuaca mencatat curah hujan tertinggi terjadi di Bekasi dengan intensitas 34 mm.
Baca juga : Jakarta Intensifkan Operasi Modifikasi Cuaca Guna Kurangi Curah Hujan
Pemerintah menegaskan komitmennya dalam mitigasi bencana hidrometeorologi akibat curah hujan tinggi yang dapat memicu banjir dan tanah longsor di berbagai wilayah. OMC menjadi salah satu strategi utama dalam mengurangi potensi banjir di Jabodetabek, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem saat ini.
Operasi modifikasi cuaca tahap dua ini akan berlangsung hingga 20 Maret 2025 dan terus dievaluasi untuk memastikan efektivitasnya dalam meminimalkan risiko banjir susulan serta mempercepat pemulihan wilayah terdampak.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya