BREAKING NEWS
 

Kenali Tanda-tanda Awal Stres Di Tanah Suci

Deteksi Dini Jadi Kunci Tangani Jemaah Haji

Reporter : SUSILO YEKTI
Editor : ROMDONY SETIAWAN
Selasa, 13 Mei 2025 07:25 WIB
Jemaah haji Indonesia bersiap naik Bus Shalawat. (Foto: MCH 2025)

 Sebelumnya 
“Mereka bisa jadi tidak tahu sedang berada di mana, lupa hari atau tanggal, bahkan kesulitan mengenali teman serombongan atau pendampingnya,” ujarnya.

Kusufia menyampaikan jika tanda-tanda tersebut teramati pada seorang jemaah, pendamping atau rekan jemaah, diharapkan tidak mendiagnosis sendiri.

Langkah awal yang bisa dilakukan adalah mendekati jemaah tersebut dengan empati, mencoba mendengarkan apa yang dirasakan dan membantu penyesuaian diri jemaah. Misalnya, membantu cara menggunakan kamar mandi atau cara menggunakan lift.

Baca juga : 17 Calon Kepala Daerah Berebut Tiket Dari PDIP

“Jangan ragu segera melaporkan kondisi tersebut kepada ketua rombongan atau Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK) yang mendampingi. Mereka lebih kompeten melakukan penilaian awal dan memberikan intervensi yang tepat. Termasuk merujuk ke KKHI jika diperlukan,” tegasnya.

Sementara, Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja (Daker) Madinah dr. Novitasari Nurlalila Bahramsyah meminta Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK) aktif mengedukasi jemaah menjaga kesehatan fisik pribadi.

Beberapa hal yang perlu ditekankan ke jemaah, antara lain pentingnya rutin mengkonsumsi oralit untuk mencegah dehidrasi, membawa obat-obatan pribadi, makanan ringan dan botol minum, serta menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker, kacamata hitam, tabir surya dan sandal untuk menghadapi cuaca panas di Arab Saudi.

Baca juga : Aset Udar Pristono Terjual Rp 1,83 M

“TKHK merupakan salah satu bagian dari Petugas Kesehatan Haji Indonesia (PKHI) yang bertanggung jawab langsung memberikan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan kesehatan kepada jemaah sejak dari daerah asal, asrama embarkasi, selama perjalanan hingga di Arab Saudi dan kembali ke Tanah Air,” jelasnya.

Di media sosial X, perbincangan warganet soal haji 2025 juga ramai. Tidak sedikit yang menyarankan agar para jemaah harus pintar kelola fisik, jiwa dan pikiran.

“Rindu kampung halaman, anak-anak, cucu dan sebagainya, sebaiknya jangan dijadikan beban pikiran saat kita melaksanakan haji. Nanti ibadahnya malah nggak khusyuk. Kalau sudah di Tanah Suci ya fokus kita ibadah, nanti setelah semua selesai baru deh boleh rindu-riduan,” ujar akun @grumapepal838_.

Baca juga : Larangan Ekspor Bijih Bauksit Kebut Hilirisasi

“Ingat ya kawan. Haji bukan sekadar perjalanan. Tetapi ibadah agung bagi yang mampu melakukannya. Haji itu juga momen melepaskan dunia serta kembali kepada Allah, dengan syarat dengan hati yang khusyuk dan jiwa yang tenang,” ujar akun @hajj1_ID. [SSL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense