BREAKING NEWS
 

Soal Sengketa LCS

China Unjuk Kekuatan, AS Tak Bisa Diandalkan

Reporter : LARASATI DYAH UTAMI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Selasa, 20 Mei 2025 04:04 WIB
Penjaga pantai China mengibarkan bendera di kawasan Sandy Cay yang disengketakan dengan Filipina. Menurut media China, Global Times, kejadian itu berlangsung awal April 2025. (Foto via South China Morning Post)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat (AS), China menguji komitmen Washington di Laut China Selatan (LCS). Terutama, keseriusan Paman Sam yang akan membantu Filipina.

Komitmen Presiden AS Donald Trump terkait LCS mendapat sorotan dari pengamat internasional Asia Society Policy Institute Andrew Chubb, Senin (19/5/2025).

Baca juga : Soal Pengamanan TNI, Kejagung Pastikan Tak Ada Intervensi

Chubb merupakan peneliti kebijakan luar negeri dan keamanan nasional yang khusus menyoroti kebijakan China. Dosen di Universitas Lancaster, Inggris tersebut kerap menyoroti konflik di LCS.

Dilansir Channel News Asia (CNA), Chubb mengamati, bagaimana China mengetes keseriusan AS membantu Filipina di tengah konflik LCS. Pada April, penjaga pantai China secara tiba-tiba mengibarkan bendera di Sandy Cay, pulau kecil yang diperebutkan China dan Filipina.

Baca juga : Peringati Hari Kartini, Ibas: Perempuan Bawa Kekuatan Gagasan, Suara Dan Aksi

Pulau tersebut berada di dekat pangkalan militer utama Filipina. Respons cepat dilakukan. Manila segera mengirimkan tim untuk menunjukkan kalau tempat itu belum dikuasai China.

Menurut Dosen Inggris itu, kejadian tersebut seolah memberikan pesan simbolis bahwa AS tidak dapat diandalkan.

Baca juga : Paus Fransiskus Wafat, Menag: Jasa Dan Persahabatan Beliau Tak Bisa Kita Lupakan

“Insiden Sandy Cay merupakan contoh upaya China untuk menilai komitmen AS di Indo-Pasifik. Gundukan pasir tersebut berada dalam jarak pandang yang jelas dari pos terdepan militer utama Filipina di kepulauan yang disengketakan dengan sengit itu,” ujarnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense