Sebelumnya
Chrysnanda Dwilaksana mengatakan, KKLN ditujukan untuk memperluas wawasan dan perspektif para peserta didik. Harapannya, kunjungan ini dapat berkonstribusi pada upaya para calon pimpinan Polri untuk mengembangkan kemampuan analisis serta merumuskan solusi atas berbagai tantangan hukum yang dihadapi masyarakat Indonesia ke depan.
Selama berkunjung di Kamboja, delegasi Sespimti Polri melakukan pertemuan dengan sejumlah institusi penegakan hukum. Antara lain Cambodian National Police (NCP), Cambodian National Authority for Combating Drugs (NACD) dan Cambodian National Committee for Counter Trafficking (NCCT).
Baca juga : DPR Diminta Segera Rampungkan Regulasi Transportasi Online
Delegasi juga melakukan kunjungan lapangan ke Kota Sihanoukville, Provinsi Preah Sihanouk, yang merupakan salah satu kantong komunitas terbesar WNI di Kamboja. Di sana, delegasi melakukan pertemuan dengan beberapa WNI yang di bidang restoran dan ekspor impor.
Selain itu, KBRI Phnom Penh akan memfasilitasi interaksi langsung para peserta Sespimti dengan beberapa WNI yang sedang menghadapi berbagai permasalahan hukum di Kamboja. Tujuannya untuk memperoleh first-hand information guna memahami lebih mendalam tantangan diplomasi perlindungan WNI di luar negeri, khususnya di Kamboja.
Baca juga : Terbang Ke Brunei, Prabowo Akan Terima Bintang Kebesaran Dari Sultan Bolkiah
Kunjungan ini sekaligus merupakan salah satu bentuk implementasi dari Nota Kesepahaman RI-Kamboja tentang Cooperation in Preventing and Combating Transnational Crimes and Enhancing Capacity Building, yang telah ditandatangani Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada 21 Agustus 2023 di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.