BREAKING NEWS
 

Menyaksikan Keunikan Korea Selatan (5)

Busan Olah Sampah Jadi Energi Bersih

Reporter : PAUL YOANDA
Editor : UJANG SUNDA
Senin, 2 Juni 2025 08:11 WIB
Aneka patung dari bahan bekas dan daur ulang di Kantor BECO, Busan. (Foto: Paul/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Jurnalis Rakyat Merdeka/RM.id, Paul Yoanda mengikuti, program “Indonesia Next Generation Journalist Network on Korea Batch 4” yang diselenggarakan Korea Foundation dan Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), di Seoul dan Busan, Korea Selatan (Korsel), 18-24 Mei 2025. Berikut laporannya:

Kota Busan memiliki pendekatan inovatif dalam pengelolaan sampah. Tidak hanya ramah lingkungan, hasil pengelolaan ini juga memberikan nilai tambah dengan mengubah sampah menjadi energi.

Pada Jumat (23/5/2025), kami mengunjungi Kantor Pusat Busan Environmental Corporation (BECO) yang terletak di Gangseo-gu, Busan. Kami disambut oleh staf BECO, Kim Da Hye, yang menjadi pemandu selama kunjungan, mulai dari kantor hingga ke tempat pembuangan akhir atau landfill Kota Busan.

Sebelum memasuki gedung BECO, perhatian kami tertuju pada sebuah patung dinosaurus yang ternyata terbuat dari besi bekas. Patung ini menjadi gambaran suasana di dalam gedung, di mana banyak benda dan hiasan terbuat dari barang bekas serta bahan daur ulang.

Di lantai satu, kami melihat beragam karya seni, mulai dari miniatur hewan, kendaraan seperti sepeda motor dan mobil, hingga mainan arcade yang sebagian komponennya berasal dari limbah. Semua karya tersebut merupakan hasil kompetisi seni yang diikuti oleh siswa dan seniman.

Baca juga : Makanan Buat Jemaah Haji Aman Dan Halal

“Ini bukan sekadar pajangan, tapi hasil karya seni dari kompetisi yang kami adakan,” kata Kim mengawali tur.

Selanjutnya, rombongan dibawa menuju area landfill yang berjarak sekitar lima menit dari kantor BECO. Lokasinya berada di kawasan perbukitan dengan akses jalan yang cukup aman untuk truk pengangkut sampah.

Sesampainya di lokasi, kami nyaris tidak mencium aroma tidak sedap yang umumnya terdapat di tempat pembuangan akhir. Di sekitar area penimbunan bahkan terdapat gazebo berukuran 4x4 meter persegi yang bisa digunakan untuk beristirahat. Pemandangannya pun asri, dengan hamparan bunga kuning dan latar Kota Busan.

Menurut Kim, sampah rumah tangga yang tiba akan langsung ditimbun dengan tanah sesuai prosedur ketat. Menariknya, tanah untuk penimbunan ini berasal dari proyek pembangunan apartemen yang sedang berjalan.

Adsense

“Tanah timbunan diambil dari proyek fondasi bangunan, jadi tidak perlu beli tanah lagi,” jelasnya.

Baca juga : Dua Paslon Daftar Bareng Di Hari Jumat

Namun, proses tidak berhenti sampai di situ. Sampah yang tertimbun akan menghasilkan gas metana—dulu dianggap limbah berbahaya, kini justru dimanfaatkan sebagai sumber energi.

“Gas dari sampah kami kumpulkan menggunakan alat khusus, lalu diubah menjadi listrik dan panas,” ujar Kim antusias.

Gas metana tersebut disedot melalui jaringan pipa bawah tanah dan dialirkan ke mesin pengubah energi. Listrik yang dihasilkan digunakan untuk operasional fasilitas, bahkan bisa disuplai ke jaringan umum. Sementara panasnya dimanfaatkan sebagai pemanas ruangan, terutama saat musim dingin.

Untuk mencegah pencemaran lingkungan, area landfill dilapisi dengan material kedap air guna menghindari resapan air lindi ke tanah. BECO juga memiliki sistem penyaringan untuk mengolah air limbah secara mandiri.

“Semua sudah dirancang agar dampak lingkungan bisa ditekan semaksimal mungkin,” jelas Kim.

Baca juga : Pemberi iPad Dan MacBook Ke Lembong Masih Misterius

Tak hanya itu, BECO juga menangani limbah medis secara terpisah. Obat-obatan seperti antibiotik tidak boleh dibuang sembarangan. Warga diminta mengembalikannya ke apotek untuk dihancurkan dengan metode khusus.

“Obat sisa dikumpulkan di apotek, lalu kami tangani terpisah dari sampah biasa,” tegas Kim.

Dengan luas 257 ribu meter persegi dan kapasitas 11 juta meter kubik, landfill ini menjadi salah satu yang paling modern di Korea Selatan. Pemerintah mengelola lahannya, sementara operasional teknis dilakukan bersama pihak swasta.

“Gas yang dulunya dianggap racun, kini jadi sumber daya. Itulah tujuan kami mengubah sampah, jadi energi,” pungkas Kim. (Bersambung)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense