Dark/Light Mode

BPJPH Lakukan Pengawasan Di Tanah Suci

Makanan Buat Jemaah Haji Aman Dan Halal

Senin, 2 Juni 2025 07:25 WIB
Sekretaris Utama BPJPH, Muhammad Aqil Irham saat meninjau tempat penyimpanan bahan makanan Jamaah Haji 2025 di Makkah, Arab Saudi. (Foto: Dok. BPJPH)
Sekretaris Utama BPJPH, Muhammad Aqil Irham saat meninjau tempat penyimpanan bahan makanan Jamaah Haji 2025 di Makkah, Arab Saudi. (Foto: Dok. BPJPH)

RM.id  Rakyat Merdeka - Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menegaskan, makanan bagi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi telah terjamin kehalalan dan keamanannya. Para jemaah maupun keluarga di Indonesia, tidak perlu khawatir tentang makanan yang akan dikonsumsi di Tanah Suci.

Sekretaris Utama BPJPH Muhammad Aqil Irham mengungkapkan, tim monitoring BPJPH telah melakukan pengawasan terhadap dapur-dapur layanan dan sejumlah fasilitas pendukung layanan lain bagi jemaah haji di Arab Saudi pada Selasa (27/5/2025) dan Rabu (28/5/2025).

Dia menjelaskan, tim yang terjun ke Arab Saudi melakukan berbagai pemantauan, mulai dari bahan baku, pengemasan, hing­ga penyajian produk makanan.

Baca juga : Dua Paslon Daftar Bareng Di Hari Jumat

Selain itu, tim monitoring juga mengawasi aspek konsistensi dapur dalam menjalankan prak­tik produk halal dan higienis. Termasuk kebersihan area kerja, alur bahan masuk dan keluar, hingga pencatatan bahan.

“Kami juga mengecek kesesuaian gudang penyimpanan dan implementasi sistem jaminan mutu, seperti HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point). Jadi, semua sudah kita cek, mulai dari bahan baku seperti beras, bumbu, minyak goreng, air, terigu, pemeriksaan berlanjut pada proses pencucian, pengeringan, pemasakan, hingga pengemasan akhir,” beber Aqil dalam keterangannya dikutip, Minggu (1/6/2025).

Hasil pemantauan pada proses produksi, menurutnya, dapur katering melaksanakan HACCP dengan baik, mulai dari bahan produk, produksi, hingga penge­masan produk.

Baca juga : Pemberi iPad Dan MacBook Ke Lembong Masih Misterius

Pengamatan lebih lanjut di gudang penyimpanan memperlihatkan, bahan baku paket makanan diperoleh dari negara luar Arab Saudi, seperti beras dari Thailand dan India, daging beku dari Pakistan dan Brazil, serta sejumlah bahan lain dari Filipina atau Malaysia.

Menurutnya, bahan-bahan dari Indonesia juga sudah mulai diikutsertakan, meski belum banyak. Yang menggembirakan, keberadaan bumbu pasta dari Indonesia yang diprakarsai oleh BPKH Limited.

“Itu sudah berlabel Halal Indo­nesia dan menjadikan makanan yang dikonsumsi jemaah haji lebih berselera Indonesia,” tuturnya.

Baca juga : Rantai Pasok & Hilirisasi Mineral Akan Makin Kuat

Aqil menambahkan, tim monitoring dari kementerian/lembaga lain yang ikut ke Arab Saudi, juga telah memeriksa sejumlah faslitas layanan bagi jemaah. Di antaranya, fasilitas dapur, tenda, air, tempat tidur, kamar mandi, toilet, AC dan sebagainya.

Fasilitas-fasilitas tersebut, lanjut dia, disiapkan oleh sejumlah syarikah, yakni lembaga yang secara khusus ditunjuk oleh Pemerintah Arab Saudi untuk mengelola layanan jemaah haji dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Mereka menyiapkan konsep fasilitas yang berbeda-beda, menyesuaikan ciri khas masing-masing negara.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.