BREAKING NEWS
 

Hasil Sementara Pilpres Korsel, Lee Jae Myung Unggul Lawan Kim Moon Soo

Reporter & Editor :
MELLANI EKA MAHAYANA
Selasa, 3 Juni 2025 19:59 WIB
Warga menonton televisi di Stasiun Seoul, 3 Juni 2025, mengenai hasil jajak pendapat keluar yang menunjukkan Lee Jae Myung, kandidat presiden dari Partai Demokrat liberal, mengungguli Kim Moon Soo, kandidat presiden dari Partai Kekuatan Rakyat konservatif, dengan perolehan suara 51,7 persen berbanding 39,3 persen dalam pemilihan presiden, Selasa (3/6/2025). (Foto Yonhap)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemimpin oposisi Korea Selatan (Korsel), Lee Jae Myung, diperkirakan menjadi presiden berdasarkan exit poll stasiun penyiaran Korea. Hasil resmi Pilpres Korsel, Selasa (3/6/2025), belum diumumkan, tetapi biasanya hasil jajak pendapat itu sejalan dengan perhitungan akhir.

Pilpres dilakukan lebih cepat dari jadwal ini dipicu deklarasi darurat militer oleh pemimpin sebelumnya Yoon Suk Yeol yang kini telah dimakzulkan. Yoon memberlakukan darurat militer pada 3 Desember 2024, dan membuat negara K-pop itu jatuh dalam ketidakpastian dan gejolak. 

Adsense

Baca juga : Presiden Korsel Dijerat Kasus Lain

Rakyat Korsel berharap, pesta demokrasi ini membawa stabilitas politik. Apalagi pemilu ini berlangsung di tengah tantangan ekonomi terkait tarif yang diberlakukan Presiden AS Donald Trump dan ancaman resesi, sementara negara belum memiliki pemimpin tetap.

Exit poll bersama dari KBS, MBC, dan SBS memperkirakan bahwa Lee (60), dari Partai Demokrat liberal, memperoleh 51,7 persen suara. Sementara pesaing utamanya, Kim Moon Soo dari Partai Kekuatan Rakyat (PPP) yang berhaluan konservatif, diproyeksikan meraih 39,3 persen suara.

Baca juga : Kakek Presiden Diusulkan Jadi Pahlawan Nasional

Berbeda dari Lee, Kim harus berjuang untuk memenangkan hati para pemilih di saat partainya, PPP ternoda gara-gara kepemimpinan sebelumnya.

Sebagai informasi, terdapat tiga rekapitulasi pemilu yang sering digunakan, yaitu quick count, exit poll, dan real count. Exit poll adalah metode wawancara yang dilakukan beberapa saat setelah pemilih menyalurkan pilihan politiknya di TPS. 

Sedangkan quick count adalah metode penghitungan cepat hasil pemilu berdasarkan sampel suara dari sejumlah TPS. Menghitungnya menggunakan metode statistik untuk memperkirakan hasil akhir pemilu. Real count merupakan perhitungan keseluruhan surat suara di seluruh tempat pemungutan suara yang ada.

Dilansir CNN, tingkat partisipasi pemilih dalam pemilu Korsel kali ini cukup tinggi, yaitu 79,3 persen, menurut Komisi Pemilihan Umum Nasional Korsel.

Lebih dari sepertiga dari 44,39 juta pemilih yang memenuhi syarat telah memberikan suara mereka dalam pemungutan suara awal Kamis dan Jumat lalu. Pengumuman hasil resmi diharapkan beberapa jam setelah pemungutan suara ditutup pada Selasa ini, pukul 20.00 waktu setempat, menjelang tengah malam.

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense