BREAKING NEWS
 

Kami Sudah Standby Untuk Bantu Indonesia Gunakan Energi Nuklir

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Rabu, 11 Juni 2025 06:43 WIB
Rosatom merupakan perusahaan Rusia bidang teknologi pengembangan energi nuklir yang sudah mendunia. (Foto Shutterstock)

 Sebelumnya 
Tolchenov juga membahas soal BRICS (Organisasi Kerja Sama antar-Pemerintah yang bertujuan meningkatkan kerja sama ekonomi dan geopolitik di antara negara-negara anggotanya, terdiri dari Brazil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan). Ditanya apakah kerja sama ekonomi, dagang, dan investasi dengan anggota BRICS yang lebih leluasa, sebab tidak ada negara-negara Barat di dalamnya, Tolchenov membantah.

Baca juga : 500 Perusahaan Terkemuka Hadir di Indonesia Miner 2025

“BRICS didirikan bukan untuk menjadi blok dagang. Memang ada pertemuan dan diskusi mengenai perdagangan antar anggota. Namun, diskusi ini lebih ke bagaimana melancarkan alur dagang saja, bukan menciptakan zona bebas perdagangan,” tegasnya.

Baca juga : 208.181 Jemaah Haji Indonesia Sudah Terima Kartu Nusuk

BRICS bukan seperti EAEU (Eurasian Economic Union) yang memang dibuat untuk menjadi zona bebas dagang antara Rusia, Kazakhstan, Armenia, Kyrgyzstan, dan Belarus. BRICS murni dibuat untuk berkumpulnya negara-negara yang memiliki prinsip sama dan terbuka untuk saling bertukar informasi dan pendapat.

Baca juga : Piala Asia U-23, Timnas Indonesia Ketemu Lawan Berat

Bukan hanya soal perdagangan, BRICS juga menjadi wadah untuk membantu negara anggota beroperasi di area yang lebih positif. Misalnya, membantu negara yang terkena sanksi bisa melakukan perdagangan dengan adil.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense