Sebelumnya
Tolchenov menegaskan bahwa Rusia siap menyediakan apapun yang berhubungan dengan pembangunan dan penggunaan energi nuklir. Pasalnya, Rusia memiliki pengetahuan yang sudah terbukti nyata dalam pembangunan pembangkit energi tenaga nuklir.
Selain itu, Rusia punya small modular reactors dan merupakan satu-satunya negara yang bisa membangun reaktor nuklir mengapung. Tak hanya itu, Negeri Beruang Merah itu juga memiliki pengalaman lima tahun dalam mengurus reaktor nuklir mengapung.
Baca juga : 500 Perusahaan Terkemuka Hadir di Indonesia Miner 2025
Tahun ini, Rusia sudah menandatangani kesepakatan pembangunan enam reaktor nuklir di Uzbekistan. Kesepakatan ini bukan di tingkat pembahasan atau pembuatan cetak biru. Rusia menawarkan teknik dan teknologi pembangunan reaktor nuklir yang bisa langsung digunakan.
Menurut Tolchenov, saat ini banyak negara yang menawarkan kerja sama membangun reaktor. Namun, kebanyakan dari mereka baru membuat rencana. Tidak seperti Rusia yang sudah berpengalaman dan siap mengaplikasikan teknologinya.
Baca juga : 208.181 Jemaah Haji Indonesia Sudah Terima Kartu Nusuk
Rosatom (perusahaan energi atom negara di Rusia), menguasai pembangunan 20 unit pembangkit nuklir di delapan negara. Di antaranya Mesir, China, Bangladesh, dan Hungaria. Negara-negara di benua Eropa lainnya seperti Bulgaria dan Ceko juga tertarik membangun reaktor nuklir dari Rusia.
“Sayangnya, karena secara politik mereka bermusuhan dengan Rusia, mereka tidak bisa bekerja sama dengan Rosatom. Karena motif politik, kesepakatan baik ini harus batal dilaksanakan. Ujung-ujungnya, mereka harus mencari alternatif yang lebih mahal dan belum teruji keamanannya,” kisah Tolchenov.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.