RM.id Rakyat Merdeka - Kabar intelijen menyebutkan, Israel akan menyerang fasilitas nuklir Iran. Kabar itu tampaknya bukan isapan jempol belaka. Karena, demi melindungi keselamatan warganya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah memerintahkan semua personel diplomatik non esensial AS agar segera angkat kaki dari Timur Tengah (Timteng).
Departemen Luar Negeri (Deplu) dan Departemen Keamanan AS kini sedang mempersiapkan pemulangan personel non esensial di negara-negara di Timteng kembali ke negaranya.
Baca juga : Layanan Transportasi Harus Sistematis Dan Terintegrasi
Seperti diberitakan Channel News Asia, pada Kamis (12/6/2025), Komando Pusat AS (CENTCOM) melihat peningkatan ketegangan geopolitik di Timteng. Presiden Trump sudah meminta semua personel diplomatik non esensial segera angkat kaki dari Timteng.
“Mereka diminta pergi mengingat situasi yang makin berbahaya,” ujar Trump kepada jurnalis saat berada di Kennedy Center, Rabu (11/6/2025).
Baca juga : Gelar Fashion Show Peringati 75 Tahun Hubungan Diplomatik
Meskipun alasan di balik meningkatnya kekhawatiran keamanan di kawasan tersebut tidak jelas, rencana kepulangan staf diplomatik ini muncul karena ketegangan yang melibatkan Iran dan Israel.
Baru-baru ini, Pemerintahan Trump terus mengupayakan kesepakatan nuklir baru dengan Iran. Namun, Teheran enggan menerima tawaran Negeri Paman Sam karena mereka harus menghentikan seluruh kegiatan produksi berkaitan dengan nuklir.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.