Dark/Light Mode

DKI Dan Banten Diimbau Bikin Masterplan

Layanan Transportasi Harus Sistematis Dan Terintegrasi

Senin, 28 April 2025 06:50 WIB
Bus Transjakarta di Terminal Blok M, Jakarta Selatan. (Foto: Fatimah Az Zahra/RM.ID)
Bus Transjakarta di Terminal Blok M, Jakarta Selatan. (Foto: Fatimah Az Zahra/RM.ID)

RM.id  Rakyat Merdeka - Peluncuran layanan Bus Transjabodetabek rute Blok M-Alam Sutera (S61) mendapat sambutan positif. Namun, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Banten diingatkan membuat rencana induk (master plan) agar layanan transportasi sistematis dan terintegrasi.

Peluncuran moda trans­portasi yang menghubungkan Jakarta dengan Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten itu dilakukan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Wakil Guber­nur DKI Rano Karno, Gubernur Banten Andra Soni dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan di Terminal Blok M, Jakarta Selatan pada Kamis (24/4/2025).

Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Tory Darmantoro menyambut baik peluncuran Transjabodeta­bek. Namun, ia mengingatkan, pentingnya penyusunan rencana induk Jabodetabek yang terinte­grasi dan sistematis.

Baca juga : Raih Gelar Juara Copa del Rey, Barca Dekati Treble Winner

Tory menegaskan, tanpa ren­cana induk yang jelas, pengem­bangan layanan lintas wilayah seperti ini, berpotensi tidak terukur dan tidak optimal dalam mencapai tujuan utama. Yakni, memindahkan para komuter dari kendaraan pribadi ke transpor­tasi umum yang andal.

Ia menegaskan, perlu rencana induk transportasi lintas wilayah yang komprehensif, agar setiap langkah pengembangan angkutan umum dapat dilakukan secara berkelanjutan, terintegrasi dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Rencana induk, bukan sekadar rencana teknis, melainkan dasar bagi kolaborasi penyelenggaraan dan pembiayaan layanan lintas daerah yang dinikmati bersama seluruh warga Jabodetabek,” kata Tory dalam keterangannya.

Baca juga : Piala Sudirman 2025, Tim Merah Putih Gunduli Inggris

Dengan adanya rencana in­duk, menurutnya, akan ada dasar yang jelas untuk pembagian tanggung jawab dan pembiayaan antar wilayah. Jakarta dapat ber­peran sebagai penggerak awal dengan menyediakan layanan dan subsidi.

Namun, lanjut dia, dalam jang­ka panjang, wilayah-wilayah di Bodetabek juga perlu turut ambil bagian sesuai proporsi manfaat yang diterima masyarakatnya. “Misalnya, saat farebox recovery ratio sudah mencapai 70 persen. Inilah gunanya perencanaan bersama yang terukur,” ujarnya.

Saat peluncuran rute Alam Sutera-Blok M, Gubernur Pram menyampaikan, rute ini meru­pakan trayek pertama dari enam trayek baru Transjabodetabek yang akan dioperasikan. Dengan rute sepanjang 59,7 kilometer dan 26 halte, S61 diharapkan menjadi solusi mobilitas yang diminati masyarakat.

Baca juga : Pemakaman Paus Dihadiri Lautan Manusia

Menurut Pram, waktu tempuh Transjabodetabek saat jam padat lalu lintas, sekitar 95 menit, dari Alam Sutera ke Blok M. Nanti­nya, 24 bus akan melayani rute ini setiap hari, dengan frekuensi ke­berangkatan setiap 20 menit atau sekitar 60 perjalanan per hari.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.