Dark/Light Mode

Israel Serang Iran, Amerika Pastikan Nggak Ikut-Ikutan

Sabtu, 26 Oktober 2024 09:59 WIB
Presiden AS Joe Biden (Foto: Instagram)
Presiden AS Joe Biden (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Amerika Serikat (AS) memastikan tidak ikut berpartisipasi dalam operasi militer Israel terhadap Iran, Sabtu (26/10/2024).

“Kami memahami, Israel melakukan serangan terarah terhadap target militer di Iran, sebagai latihan membela diri dan tanggapan atas serangan rudal balistik Iran terhadap Israel pada 1 Oktober 2024. Kami akan merujuk Anda ke pemerintah Israel untuk informasi lebih lanjut tentang operasi mereka,” kata Juru Bicara Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih, Sean Savett, seperti dikutip CNN International.

Sumber lain mengatakan, Israel memberi tahu Gedung Putih sebelum melancarkan serangan ke Iran pada hari ini. 

Baca juga : AHY Pastikan Pembangunan IKN Dilanjutkan

Saat ini, Presiden Joe Biden dilaporkan berada di Wilmington, Delaware. Para penasihatnya tidak berencana untuk menggelar pertemuan di Ruang Situasi.

“Presiden telah mendapat pengarahan terkait serangan tersebut, dan mengikuti perkembangannya dengan seksama," kata seorang pejabat Gedung Putih.

Lewat platform media sosial X, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menjelaskan, serangan tersebut menyasar target militer di Iran secara tepat. Meski tak merinci lokasi spesifik yang menjadi target.

Baca juga : Angel Karamoy, Banyak Teman Nggak Kesepian

Dalam beberapa minggu terakhir, pejabat tinggi AS menegaskan pandangan mereka terkait rencana respons Israel terhadap Iran.

Serangan tersebut harus menghindari eskalasi yang tidak semestinya atau berdampak pada ekonomi global.

Dalam serangkaian diskusi rutin, Biden dan penasihat keamanan nasional utamanya menegaskan, pihaknya tidak mendukung serangan terhadap fasilitas nuklir atau cadangan minyak Iran.

Baca juga : Pasukan RI Komit Jaga Perdamaian Di Lebanon

Sementara pejabat lainnya percaya, produsen lainnya dapat dengan mudah memenuhi sekitar 1 juta barel minyak per hari yang diproduksi Iran. Mereka justru lebih mengkhawatirkan interpretasi pasar atas serangan tersebut. Termasuk, kemungkinan lonjakan harga energi di seluruh dunia, di tengah Pilpres AS 5 November mendatang.

"Psikologi lebih substantif daripada kenyataan," kata sumber yang mengkhawatirkan serangan terhadap fasilitas minyak, dapat menaikkan harga pasar lebih dari 4 persen.

Pejabat Israel disebut telah memberikan jaminan kepada AS, bahwa serangan balasan terhadap Iran hanya menargetkan aset militer. Bukan lokasi nuklir atau minyak. Hal ini disampaikan, setelah pemerintahan Biden menyuarakan kekhawatiran tentang provokasi lebih lanjut dan konsekuensi di dalam negeri.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.