RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menegaskan, setiap negara memiliki kebijakan dan filosofi ekonomi masing-masing. Dalam konteks ini, Prabowo menilai, kesalahan terbesar yang dilakukan oleh banyak negara Asia Tenggara adalah cenderung untuk selalu mengikuti kekuatan terbesar dunia.
Dalam 30 tahun terakhir, kata Prabowo, fenomena ini menciptakan dominasi pada filosofi pasar bebas klasik kapitalis neoliberal.
"Elit Indonesia mengikutinya. Itu sebabnya, sampai saat ini, Indonesia belum berhasil menciptakan playing field yang setara bagi semua orang," tutur Prabowo.
Baca juga : Pramono: Pengalaman Jakarta Jadi Role Model Pengelolaan Infrastruktur Di IKN
Padahal, lanjutnya, ekonomi Indonesia tumbuh 5 persen selama tujuh tahun berturut-turut. Atau 35 persen dalam tujuh tahun.
"Tetapi, kita belum mencapai apa yang disebut dengan trickle down effect. Kekayaan tetap berputar di lapisan atas, yang sampai ke bawah kurang dari satu persen," cetus Prabowo.
"Dalam pandangan saya, ini bukanlah formula untuk sukses. Itu sebabnya, di sini saya menekankan, setiap negara mestinya mengikuti filosofi ekonomi yang dapat diikuti latar belakang dan budayanya masing-masing," lanjutnya.
Baca juga : PAN Fokus Mengawal Kebijakan Pemerintah
Terkait hal tersebut, Prabowo mengaku mantap memilih jalan tengah, yaitu sosialisme dan kapitalisme terbaik.
Prabowo bilang, sosialisme murni tidak dapat bekerja dengan baik. Itu hanya sekadar utopia. Dalam sosialisme murni, menurutnya, banyak ditemukan fakta: orang tidak mau kerja. Sementara kapitalisme murni, cenderung menghasilkan ketimpangan. Hanya sebagian kecil orang, yang menikmati hasil kekayaan.
"Karena itu, kami memilih menggunakan kreativitas kapitalisme dan inovasi, yang diikuti oleh intervensi pemerintah untuk mengatasi kemiskinan, kelaparan, dan melindungi rakyat yang lemah," beber Prabowo.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.