Sebelumnya
Selanjutnya, pada 30 Juni 2025, jurnalis ASEAN dibawa mengunjungi kantor ASEAN-Japan Center yang juga berlokasi di Tokyo. Kami bertemu Sekretaris Jenderal ASEAN-Japan Center Kunihiko Hirabayashi, yang akrab disapa Chris. Topik yang dibahas berkaitan dengan peran media dan kepercayaan publik di Jepang dan ASEAN.
Chris mengatakan, tingkat kepercayaan masyarakat Jepang terhadap Pemerintah dan media sangat rendah dibandingkan negara ASEAN. Dia merujuk pada skor Trust Index dari Edelman Trust Barometer (2025).
Skor itu menunjukkan, hanya 30 persen orang Jepang berpendapatan rendah yang percaya dengan pemerintahan dan medianya. Sementara di kelompok berpendapatan tinggi, sebanyak 43 persen percaya dengan pemerintahan dan media.
Baca juga : NasDem Dorong Prabowo Segera Keluarkan Keppres
Hasil survei tersebut menjadikan Jepang sebagai salah satu negara yang warganya tidak percaya dengan Pemerintah dan media. Jepang ada di peringkat 3 paling bawah di antara 28 negara yang disurvei, bersama Inggris dan Korea Selatan.
Sementara Trust Index ASEAN (Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Singapura) sangat tinggi. Kepercayaan publik kepada pemerintahnya rata-rata berkisar 60 persen hingga 77 persen. Kepercayaan masyarakat kepada media di empat negara ASEAN itu lebih dari 60 persen.
“Pemerintah Jepang saat ini tidak mampu menjawab kebutuhan rakyat. Kita menghadapi masyarakat menua, sedikit anak, dan banyak skandal politik. Mereka pernah menjanjikan harga beras turun, nyatanya tidak. Ini membuat rakyat makin tidak percaya,” ungkapnya.
Baca juga : Gubernur Sabran Ingatkan Soliditas Dan Kebersamaan
Fakta lain yang diungkap Chris adalah, tingkat kepercayaan masyarakat Jepang terhadap profesi jurnalis di seluruh dunia juga rendah. Bahkan lebih rendah dari profesi lain.
Berdasarkan One World in Data (2020), negara-negara berkembang seperti Indonesia, Filipina, India, dan Thailand menunjukkan tingkat kepercayaan terhadap jurnalis rata-rata di 40 persen. Sementara negara maju seperti Jepang, Korea Selatan, dan Hungaria, justru memiliki tingkat kepercayaan yang sangat rendah, yaitu kurang dari 16 persen.
Chris menuturkan, penyebabnya bisa jadi karena persepsi masyarakat di negaranya bahwa jurnalis tidak netral atau tidak adil dalam melaporkan sebuah berita atau peristiwa. “Pesan saya, jurnalis harus menyampaikan kebenaran berdasarkan fakta, bukan hanya opini,” kata Chris.
Baca juga : Akan Dipanggil Pekan Depan, Posisi MRC Sudah Diketahui Kejagung
Sementara terkait hubungan Jepang dan ASEAN, Chris mengatakan, ASEAN adalah mitra yang penting bagi Jepang. Sebab, ASEAN memiliki posisi geografis strategis antara Samudra Hindia dan Pasifik. ASEAN memiliki peluang besar untuk memimpin secara moral dan ekonomi, jika bisa mempertahankan kepercayaan publik.
Sebagai negara ekspor-impor, Negeri Matahari Terbit itu sangat tergantung pada stabilitas ASEAN. Jepang dipercaya oleh negara-negara ASEAN, namun tidak ingin mendominasi. Jepang hanya ingin hidup berdampingan dan bekerja sama.
“Kita butuh trust untuk membangun negara. Tidak hanya dari jurnalis, tapi dari semua pihak. Baik pemerintah, bisnis, dan masyarakat. Kalau rakyat percaya pada sistem, mereka akan optimis, dan masa depan akan lebih cerah. Jepang tidak bisa sendiri. Kami butuh mitra seperti kalian di ASEAN,” pungkasnya. (Bersambung)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.