RM.id Rakyat Merdeka - Indonesia menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya ketegangan di wilayah perbatasan Thailand dan Kamboja. Negeri Merah Putih itu mendorong penyelesaian damai bagi kedua negara anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) yang tengah berkonflik itu.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis Jumat (25/7/2025), Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Rolliansyah Soemirat menyatakan bahwa Pemerintah terus memantau situasi secara seksama dan berharap kedua negara dapat menyelesaikan perbedaan melalui jalur damai.
Baca juga : Timnas Voli Indonesia Bungkam Thailand Pada Kejuaraan Asia Voli U-16
"Kami yakin sebagai negara yang bertetangga, kedua negara akan kembali ke cara-cara damai untuk menyelesaikan perbedaan mereka, sejalan dengan prinsip-prinsip yang tercermin dalam Piagam ASEAN dan Traktat Persahabatan dan Kerja Sama ASEAN," kata Roy, panggilan akrabnya.
Piagam ASEAN dan Treaty of Amity and Cooperation (TAC) telah menjadi landasan penting dalam mendorong penyelesaian sengketa secara damai di kawasan Asia Tenggara. Sebagai pendiri ASEAN, Indonesia menegaskan pentingnya dialog dan diplomasi dalam penyelesaian sengketa regional.
Baca juga : Menkop Dukung Jatim Jadi Prioritas Pengembangan Kopdes Merah Putih
Piagam ASEAN dan TAC, yang masing-masing disahkan pada 2008 dan 1976, menjadi acuan utama dalam menjaga stabilitas dan kerja sama antarnegara di kawasan Asia Tenggara.
Selain menyerukan penyelesaian damai, diplomat Kemlu itu juga menegaskan komitmen Pemerintah Indonesia dalam melindungi Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah konflik.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.