Dark/Light Mode

Komisi IV DPR Dorong Kolaborasi Kehutanan-Barantin Perkuat Ekspor

Kamis, 26 Juni 2025 15:12 WIB
Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Soeharti (kerudung dan syal hitam) didampingi anggota Komisi IV DPR Cindy Monica Salsabilla saat melepas ekspor 12 ton kopi asal Lembah Harau di Kab. Lima Puluh Kota, di Sumatera Barat, Sabtu, (21/6/2025). Foto: Istimewa
Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Soeharti (kerudung dan syal hitam) didampingi anggota Komisi IV DPR Cindy Monica Salsabilla saat melepas ekspor 12 ton kopi asal Lembah Harau di Kab. Lima Puluh Kota, di Sumatera Barat, Sabtu, (21/6/2025). Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto mendorong kolaborasi Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bersama Badan Karantina Indonesia (Barantin) beserta instansi lainnya dalam mendukung peningkatan kualitas mutu ekspor komoditas potensial di daerah.

Peningkatan kualitas ini diharapkan menambah nilai tambah secara ekonomi bagi negara.

"Kolaborasi Kementerian Kehutanan dengan Badan Karantina Indonesia akan membantu para petani memenuhi standar mutu ekspor kopi agar sesuai dengan standar negara tujuan," tutur Titiek dalam rilis yang diterima, Rabu (25/6/2025).

Hal tersebut dilontarkan Siti Hediati Soeharto saat menghadiri Expo Kelompok Usaha Pertanian Sosial (KUPS) sekaligus Pelepasan Bahan Baku Ekspor Kopi di Lembah Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, yang merupakan salah satu kegiatan Kunjungan Kerja masa Reses Komisi IV DPR RI pada Sabtu, (21/6/2025).

Baca juga : Menko PM Dorong Warga Sengkidu Gelar Pelatihan Keterampilan Pariwisata

Turut mendampingi kunjungan kerja tersebut, Kepala Barantin, Sahat M. Panggabean. Dalam acara tersebut, Siti Hediati atau yang akrab disapa Titiek Soeharto ini juga melepas ekspor sebanyak 8 ton kopi asal Lembah Harau ke Uni Emirat Arab.

Rencananya, 8 ton kopi ini dikirim ke Medan lebih dahulu untuk dikumpulkan dengan kopi dari daerah lain. Kopi asal Lembah Harau ini lebih dahulu akan dilakukan proses pemeriksaan keamanan dan kesehatan pangan bersama 11,2 ton komoditas ekspor lainnya, sebelum dilepas ke Uni Emirat Arab.

Di tempat yang sama, Kepala Barantin Sahat M. Panggabean menjelaskan, selanjutnya pemeriksaan karantina guna fasilitasi ekspor tersebut harus dilakukan di Medan yang mana merupakan tempat pengeluaran akhir.

"Barantin tentunya akan mendukung ekspor melalui penjaminan kesehatan komoditas yang akan dikirim ke negara tujuan. Tidak hanya pendampingan dari Karantina Sumatera Barat, selanjutnya total 19,2 ton kopi yang terkumpul di Medan akan diperiksa dan diterbitkan sertifikat kesehatannya oleh Karantina Sumatera Utara," jelas Sahat.

Baca juga : Pengusaha Ajak Kolaborasi Perkuat Ekonomi Nasional

Barantin dalam menjalankan tugas dan fungsinya, senantiasa berupaya menjaga keamanan hayati dan apa yang dilakukan Barantin semuanya untuk mendukung swasembada pangan.

Melalui sistem traceability, Karantina dapat memantau seluruh tahapan atau proses produksi komoditas ekspor.

"Kita pantau dan dampingi selalu bagi petani maupun eksportir dalam menyiapkan produknya, baik yang berupa bahan baku maupun produk jadi, sehingga tidak hanya kesehatannya saja yang dipastikan namun juga terpenuhinya ketentuan atau persyaratan yang diminta negara asal. Semuanya harus tertelusur sehingga riwayatnya jelas dari awal hingga akhir," terang Sahat.

Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Barat sebelumnya telah melakukan sertfikasi Ekspor Biji Kopi dengan Volume 20,5 Ton dengan nilai total Rp. 1,6 Miliar ke berbagai negara seperti Thailand, Inggris, Korea Selatan, dan Malaysia.

Baca juga : Mandjha Ivan Gunawan Dan Baznas Kolaborasi Kemanusiaan Untuk Palestina

Sebagai informasi, sebelumnya Sahat juga turut mendampingi seluruh rangkaian kegiatan Kunjungan Kerja Reses DPR RI di Sumatera Barat, mulai dari pertemuan di Kantor Wakil Gubernur Sumatera Barat, Panen Bersama di Kabupaten Agam, hingga Gelar Karya Festival & Expo Kelompok Usaha Pertanian Sosial (KUPS) di Payakumbuh.

Selain kunjungan bersama Komisi IV DPR RI, Sahat juga melakukan kunjungan ke Kantor Balai Karantina Sumbar dan salah satu Instalasi Karantina Ikan (IKI) milik pihak lain.

"Instalasi karantina ini penting sebagai salah satu fasilitas tindakan karantina. Kunjungan ini juga merupakan salah satu cara kami melakukan pengawasan terhadap proses karantina. Harapannya semakin banyak fasilitas untuk melakukan tindakan karantina sehingga sistem biosekuriti dapat dijalankan dengan baik," tutup Sahat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.