BREAKING NEWS
 

Eratkan Persahabatan, RI Gelar Pasar Rakyat Dan Festival Film Di Cape Town

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Rabu, 8 Oktober 2025 08:26 WIB
Konsul Jenderal Indonesia di Cape Town Tudiono membahas persiapan penyelenggaraan Indonesian Folk Market (IFM) dan Indonesian Film Festival (IFF) di Voice of the Cape Radio, Selasa (7/10/2025). (Foto KJRI Cape Town)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kota Cape Town di Afrika Selatan (Afsel) akan kembali disemarakkan dengan kehangatan budaya, kuliner, dan kreativitas Indonesia lewat pasar rakyat, Indonesian Folk Market (IFM) dan Indonesian Film Festival (IFF). Dua kegiatan ini akan digelar Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Cape Town, akhir Oktober hingga awal November 2025.

Acara ini merupakan upaya untuk mempererat persahabatan masyarakat RI–Afsel melalui seni, budaya, dan kuliner. Persiapan kedua acara tersebut dibeberkan Konsul Jenderal Tudiono dalam wawancara dengan Voice of the Cape Radio, Selasa (7/10/2025).

Menurut Tudiono, acara tersebut menjadi bentuk nyata diplomasi kebudayaan Indonesia sekaligus wujud penghargaan atas ikatan sejarah panjang kedua bangsa.

“Fokus kami adalah memelihara dan meningkatkan hubungan Indonesia dan Afrika Selatan, sambil membuka ruang kerja sama baru di bidang budaya, pendidikan, ekonomi, dan hubungan antarmasyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis KJRI Cape Town, Rabu (8/10/2025).

Dalam penjelasannya, IFM 2025 diselenggarakan pada 1 November 2025, di KJRI Cape Town yang berlokasi di daerah Kenilworth, pukul 10.00–16.00 waktu setempat. Acara terbuka untuk umum dan gratis.

Baca juga : Merawat Keberagaman, INFID Kembali Gelar Festival HAM 2025

Para pengunjung akan disuguhkan suasana pasar rakyat yang meriah dan interaktif, dengan musik dan tarian tradisional Indonesia, serta produk UMKM dan perusahaan Indonesia seperti Indofood, Kalbe, Geliga, dan Finna, bekerja sama dengan Indonesian Trade Promotion Centre (ITPC) Johannesburg.

IFM juga akan menampilkan lebih dari 20 stan kuliner dan kerajinan khas Nusantara, mulai dari nasi Padang, ayam goreng Lombok, hidangan Bali berbasis tempe, hingga sate khas Jawa dan Madura.

Selain itu, beberapa alumni penerima beasiswa Indonesia dari Afrika Selatan juga akan berbagi pengalaman mereka, memperlihatkan bagaimana pendidikan menjadi jembatan persahabatan antarbangsa.

Dua delegasi seni budaya dari Indonesia akan tampil dalam acara ini. Dari Jakarta, tampil kelompok seni Betawi dengan musik dan tari khasnya yang penuh energi, dinamis, ceria, dan sarat humor.

Adsense

Sementara dari Jawa Barat, hadir Saung Angklung Udjo yang akan mempersembahkan musik bambu angklung, alat musik yang diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia sejak 2010. Menariknya, pengunjung juga dapat ikut memainkan angklung secara langsung sebagai simbol kebersamaan dan harmoni.

Baca juga : Karya Peradaban Islam: Ilmu Kimia

Rangkaian pertunjukan angklung juga akan digelar di Bo-Kaap Cultural Hub pada 25 Oktober, serta di Makhanda (Grahamstown) pada 6 November 2025, termasuk penyerahan alat musik angklung kepada Departemen Musik Universitas Rhodes untuk kegiatan pembelajaran.

Grup tari EOAN School of Performance yang dipimpin alumni beasiswa Indonesia juga akan menampilkan tarian dari Aceh, Sumatera Barat, dan Makassar, sebagai bentuk penghormatan terhadap warisan spiritual Syekh Yusuf Al-Makassari.

Bagi pecinta kuliner, IFM akan menjadi surga cita rasa Nusantara. Aneka hidangan populer seperti rendang, sate, nasi kuning, ayam bakar Lombok, dan masakan Padang siap menggoyang lidah pengunjung.

Ada juga aneka kudapan berbasis tempe seperti tempe burger, kue tempe, dan keripik tempe, serta jajanan ringan seperti lumpia, bakwan sayur, dan es teler.

Sorotan khusus tahun ini adalah demo masak nasi goreng Indonesia, makanan khas yang dinobatkan CNN Travel sebagai salah satu dari 50 Makanan Terbaik Dunia. Pengunjung dapat menyaksikan langsung proses memasaknya sekaligus mencicipi hasilnya.

Baca juga : Apresiasi Pelanggan, Hutama Karya Gelar Aktivasi Seru Di Jalan Tol

Sebagai rangkaian kegiatan, KJRI Cape Town juga menggelar IFF, yang akan dimulai 25 Oktober 2025 di Bo-Kaap Cultural Hub dan dilanjutkan di Labia Theatre serta KJRI Cape Town.

IFF menayangkan sejumlah film terbaik Indonesia, termasuk film animasi pemenang 46 penghargaan internasional, “Battle of Surabaya,” yang mengisahkan semangat perjuangan rakyat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan. Melalui film animasi, masyarakat dapat mempelajari sejarah Indonesia dengan cara yang menyenangkan.

“Film ini juga merefleksikan pengalaman sejarah bersama Indonesia–Afrika Selatan, yang sama-sama pernah merasakan penjajahan,” tutur Tudiono.

Dia menegaskan, diplomasi budaya menjadi jembatan efektif untuk memperkuat hubungan antarwarga kedua negara.

Di akhir wawancara, Tudiono mengundang seluruh masyarakat Afrika Selatan dan diaspora Indonesia di Cape Town untuk hadir bersama keluarga di IFM dan IFF 2025. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense