BREAKING NEWS
 

Bappenas dan Sukses Besar Indonesia di Osaka World Expo 2025

Writer : Taufan Rahmadi
Editor : SAIFUL BAHRI
Kamis, 16 Oktober 2025 11:55 WIB
Foto Prof Dr Rachmat Pambudy di penutupan Osaka Expo 2025 Sumber: IG Bappenas

 “Keikutsertaan Indonesia diarahkan untuk mencapai tujuan yang lebih besar, yakni meningkatkan posisi Indonesia di mata dunia,” - Prof. Dr. Rachmat Pambudy/ Menteri PPN/Kepala Bappenas

Memperhatikan event akbar Osaka World Expo 2025, Di tengah riuhnya paviliun negara-negara besar, dari Amerika sampai Jepang, ada satu paviliun yang selalu ramai antrian pengunjung yaitu Paviliun Indonesia.

Ramainya bukan karena ada konser atau gimmick, tapi karena satu hal sederhana: rasa penasaran dunia terhadap masa depan Indonesia.

Paviliun ini menjadi wajah baru Indonesia di panggung global. Bukan hanya memamerkan batik, kopi, atau tari-tarian, tetapi menunjukkan arah besar bangsa ini menuju 2045.

Dan hasilnya luar biasa: lebih dari 3,5 juta pengunjung, komitmen investasi senilai USD 28,3 miliar, dan penghargaan perak dunia dari Bureau International des Expositions (BIE).

Angka-angka itu lebih dari sekadar statistik. Ini adalah cermin bagaimana Bappenas berhasil memainkan peran barunya: bukan sekadar lembaga perencana, tapi dirigen kolaborasi pembangunan nasional.

A. Dari Paviliun ke Platform Diplomasi

Yang dilakukan Bappenas di Osaka menarik untuk dicermati. Expo dunia biasanya dipahami sebagai ajang promosi kebudayaan. Tapi kali ini, Bappenas memanfaatkannya sebagai platform diplomasi pembangunan sesuatu yang jarang disadari publik.

Dengan tema “Thriving in Harmony: Nature, Culture, Future”, paviliun ini tidak sekadar bicara estetika. Ini bicara filosofi. Tentang bagaimana pembangunan Indonesia ke depan harus tumbuh dalam keseimbangan: antara alam, budaya, dan teknologi.

Di tengah dunia yang sibuk mengejar pertumbuhan ekonomi, Indonesia datang dengan narasi berbeda yaitu harmoni.

Baca juga : Pacu Produktivitas Pangan, Pupuk Indonesia Gelar FertInnovation Challenge 2025

Dari sudut pandang pariwisata saya melihat langkah ini sangat strategis. Sebab, dalam konteks global, pariwisata bukan lagi hanya soal destinasi, tapi soal positioning negara di mata dunia.

Expo Osaka menjadi panggung bagi Indonesia untuk menampilkan soft power barunya: keseimbangan, keberlanjutan, dan kemanusiaan.

B. Keberhasilan yang Luput dari Sorotan

Media tentu ramai memberitakan soal angka investasi dan penghargaan desain. Tapi ada hal lain yang luput dari perhatian: cara kerja kolaboratif yang dibangun di balik layar.

Saya melihat Bappenas berhasil mengubah pendekatan lama “kerja sektoral” menjadi kerja lintas-sektor berbasis kolaborasi.

Lihat saja: ada 104 kegiatan bisnis forum, 234 kolaborasi antar lembaga, puluhan pertemuan B2B, dan sinergi antara kementerian, pemerintah daerah, hingga pelaku usaha.

Di bawah koordinasi Bappenas, semua bergerak dengan satu arah: membawa nama Indonesia tampil elegan dan bernilai di mata dunia.

Inilah esensi nation branding yang sebenarnya: ketika seluruh elemen bangsa tampil dalam satu orkestra yang harmonis.

Dan kalau boleh jujur, inilah sisi lain dari diplomasi ekonomi yang sering luput dari pemberitaan,  bagaimana koordinasi pembangunan nasional yang efektif dapat melahirkan citra positif dan kepercayaan internasional.

Adsense

C. Pariwisata Sebagai Etalase Pembangunan

Baca juga : BRI Raih Penghargaan The Best Contact Center Indonesia 2025, Bukti Layanan Unggul

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan bahwa partisipasi Indonesia di Expo 2025 bukan sekadar menghadirkan pameran, tetapi juga langkah strategis untuk memperkuat nation branding, menjalin kerja sama internasional, menarik investasi, dan mempromosikan pariwisata.

Dari perspektif pariwisata, Paviliun Indonesia di Osaka punya makna yang dalam. Ini bukan sekadar tempat mempromosikan destinasi, tetapi panggung untuk memamerkan integrasi antara pariwisata, investasi, dan keberlanjutan.

Expo ini memberi pesan kuat bahwa pariwisata tidak berdiri sendiri. Ini adalah hasil dari ekosistem pembangunan yang sehat: ada kebijakan yang visioner, ada koordinasi antar lembaga, dan ada narasi pembangunan yang menarik. Inilah yang saya sebut sebagai “diplomasi pariwisata berbasis pembangunan.”

Dunia melihat bahwa Indonesia tidak hanya punya pantai dan budaya, tapi juga punya arah dan gagasan besar tentang masa depan.

Dan bagi saya, itu jauh lebih berharga daripada sekadar angka pengunjung.

D. Peran Strategis Bappenas 

Saya ingin menekankan, keberhasilan ini tidak datang dari satu orang. Tapi patut diapresiasi bahwa di bawah kepemimpinan Prof. Dr. Rachmat Pambudy, Bappenas mampu menjalankan perannya sebagai dirigen pembangunan nasional dengan gaya yang tenang, sistematis, dan inklusif.

Bukan dengan sorotan kamera, tapi dengan kemampuan menyatukan banyak kepentingan menjadi satu visi: Indonesia yang tumbuh dalam harmoni.

Dan itu bukan hal kecil. Dalam konteks birokrasi Indonesia, kemampuan mengorkestrasi lintas lembaga dengan hasil seefektif ini adalah capaian yang patut dicatat bahkan menjadi contoh bagi manajemen pembangunan di masa depan.

E. Dari Osaka, Dunia Melihat Arah Indonesia

Baca juga : Top, Paviliun Indonesia Raih Silver Award di World Expo 2025 Osaka

Paviliun Indonesia mungkin sudah ditutup pada 13 Oktober 2025, tapi dampaknya justru baru dimulai.

Expo ini bukan hanya tentang paviliun fisik, tapi tentang narasi strategis yang kini mulai melekat di benak dunia, bahwa Indonesia sedang menyiapkan diri menjadi kekuatan ekonomi hijau dan budaya global menuju 2045.

Menurut pengamatan saya, capaian di Osaka bukanlah akhir, tapi awal dari babak baru.

Ini adalah bukti bahwa kolaborasi, narasi, dan koordinasi strategis bisa menjadi alat ampuh untuk memajukan pariwisata, dan lebih luas lagi, pembangunan nasional.

Indonesia tidak lagi hanya menjadi peserta expo. Kita telah menjadi pemain yang menentukan arah percakapan global tentang masa depan pembangunan.

F. Simfoni dan Harmoni Indonesia untuk dunia

Di Osaka, Indonesia tidak sekadar tampil. Indonesia berbicara dengan bahasa harmoni, keberlanjutan, dan kolaborasi.

Dan ketika dunia mendengarkan, mereka tidak hanya melihat Indonesia hari ini, tapi juga Indonesia masa depan, sebuah bangsa yang tumbuh dalam keseimbangan, bergerak dengan visi, dan melangkah dengan keyakinan.

Dari sinilah, saya percaya, simfoni pembangunan Indonesia menuju 2045 telah mulai dimainkan.

Dan kali ini, nadanya terdengar jernih, dari Osaka, untuk dunia.

Powered by Froala Editor

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense