RM.id Rakyat Merdeka - Perdana Menteri (PM) Sanae Takaichi langsung tancap gas usai resmi dilantik sebagai pemimpin ke-104 Jepang. Dalam konferensi pers pertamanya pada Selasa (21/10/2025), Takaichi menunjukkan sikap tegas dan fokus terhadap agenda kerja yang jelas. Terutama dalam menghadapi inflasi yang terus meningkat dan memperkuat hubungan strategis dengan Amerika Serikat (AS).
Takaichi dilantik sebagai PM Jepang pada Selasa (21/10/2025). Mengawali pidatonya, PM perempuan pertama itu yakin terhadap potensi tersembunyi dan kekuatan rakyat Negeri Sakura itu.
“Saya akan sepenuhnya mendededikasikan diri untuk melaksanakan tugas dalam merintis jalan bagi masa depan Jepang. Saya memohon pengertian dan kerja sama rakyat saat saya mengambil tanggung jawab ini,” ucapnya.
Iron Lady Jepang itu juga akan menjaga kepentingan nasional. Khususnya di bidang diplomasi dan membawa negaranya kembali ke pusat dunia untuk berkembang.
Para menteri akan menjalankan misi mereka di bidang masing-masing, baik di Majelis Rendah dan Majelis Tinggi Parlemen Jepang.
Takaichi juga menekankan bahwa Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa dan Partai Inovasi Jepang (JIP), yang anggota parlemennya memilih dirinya setelah mencapai kesepakatan, bersama-sama tidak memiliki mayoritas. LDP dan JIP sepakat memprioritaskan stabilitas harga, reformasi jaminan sosial, serta revisi Konstitusi. Meski JIP tidak masuk kabinet, kemitraan kedua partai ini dipastikan tetap solid.
Baca juga : Bangkitkan Industri Tekstil, Purbaya Sikat Importir Pakaian Bekas
“Kami adalah blok penguasa minoritas, jadi perjalanan ke depan akan sulit. Tetapi saya tidak akan pernah menyerah. Kabinet kami mendorong tekad dan kemajuan,” tegasnya.
Dia juga akan berjuang semaksimal mungkin untuk meringankan dampak tarif AS dan memperkuat aliansi Jepang-AS. Pada 27 Oktober mendatang, Takaichi diagendakan bertemu Presiden AS Donald Trump.
“Saya akan segera bertemu Presiden Trump dan membawa aliansi Jepang-AS ke tingkat yang lebih tinggi,” janjinya.
Menjawab pertanyaan soal pembubaran parlemen, Takaichi menegaskan, saat ini bukan waktunya membahas hal tersebut. Fokus utama pemerintahannya adalah menanggulangi inflasi dan memperbaiki kondisi ekonomi rakyat.
“Tidak ada waktu untuk membicarakan pembubaran parlemen sekarang. Prioritas saya mengatasi inflasi dan masalah ekonomi yang mendesak,” tuturnya.
Untuk mengatasi inflasi, Takaichi berkomitmen memberikan subsidi tambahan kepada rumah sakit, fasilitas sosial dan usaha kecil yang terdampak kenaikan biaya hidup. Dia juga meningkatkan dukungan kepada Pemerintah Daerah dan memberikan bantuan kepada rumah tangga yang menghadapi biaya listrik tinggi selama musim dingin.
Baca juga : Demi Kursi Perdana Menteri Jepang, Takaichi Rangkul Oposisi
“Tangani harga yang terus naik adalah prioritas utama kabinet saya,” ucap Takaichi.
Selain itu, mulai April 2026, sekolah menengah dan makan siang sekolah akan digratiskan sebagai bagian dari kesepakatan koalisi.
Takaichi juga berjanji menghapus batas penghasilan yang membatasi jam kerja pekerja paruh waktu. Terutama perempuan, agar dapat bekerja lebih lama tanpa terkena pajak berat.
Dalam kebijakan moneter, Takaichi memastikan Pemerintah akan menjaga komunikasi erat dengan Bank of Japan sambil menghormati independensi bank sentral itu.
“Kami berharap Bank of Japan menjalankan kebijakan yang tepat untuk mencapai target inflasi 2 persen secara berkelanjutan dan berbasis kenaikan upah,” harapnya.
Di bidang keamanan, Takaichi akan mempercepat revisi Strategi Keamanan Nasional dan dokumen pertahanan untuk menyesuaikan dengan ancaman modern seperti serangan siber dan disinformasi. Jepang juga akan memperkuat ketahanan di sektor pertahanan, energi, pangan dan infrastruktur digital melalui investasi strategis.
Baca juga : Ke Pyongyang, Menlu Sugiono: Perkuat Hubungan Yang Telah Lama Terjalin
Pemerintah akan membentuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana pada 2026 yang bertugas mengkoordinasi pencegahan, respons, dan pemulihan bencana. Takaichi akan mempercepat rekonstruksi wilayah terdampak gempa dan banjir di Semenanjung Noto.
Menyadari koalisi belum memiliki mayoritas di parlemen, Takaichi terbuka bekerja sama dengan partai lain yang sejalan demi kepentingan rakyat.
“Yang terpenting menghasilkan kebijakan yang bermanfaat bagi rakyat,” tandasnya.
Artikel ini telah dimuat di koran Rakyat Merdeka edisi 23 Oktober 2025.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.