BREAKING NEWS
 

Tangani Inflasi & Perkuat Aliansi Jepang-AS

PM Takaichi Tancap Gas

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Kamis, 23 Oktober 2025 05:29 WIB
Sanae Takaichi (tengah, depan) bersama jajaran kabinetnya usai bertemu Kaisar di Tokyo, Jepang, Selasa (21/10/2025). (Dok Kantor PM Jepang)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perdana Menteri (PM) Sanae Takaichi langsung tancap gas usai resmi dilantik sebagai pemimpin ke-104 Jepang. Dalam konferensi pers pertamanya pada Selasa (21/10/2025), Takaichi menunjukkan sikap tegas dan fokus terhadap agenda kerja yang jelas. Terutama dalam menghadapi inflasi yang terus meningkat dan memperkuat hubungan strategis dengan Amerika Serikat (AS).

Takaichi dilantik sebagai­ PM Jepang pada Selasa (21/10/2025). Mengawali pidatonya, PM pe­rempuan pertama itu yakin ter­hadap potensi tersembunyi dan kekuatan rakyat Negeri Sa­kura itu.

“Saya akan sepenuhnya men­dededikasikan diri untuk melak­sana­kan tugas dalam merintis jalan bagi masa depan Jepang. Saya memohon pengertian dan kerja sama rakyat saat saya me­ngambil tanggung jawab ini,” ucapnya.

Iron Lady Jepang itu juga akan menjaga kepentingan nasional. Khususnya di bidang dip­lomasi­ dan membawa negaranya kembali ke pusat dunia untuk berkembang.

Para menteri akan menjalankan misi mereka di bidang masing-masing, baik di Majelis Rendah dan Majelis Tinggi Parlemen Jepang.

Takaichi juga menekankan bahwa Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa dan Par­tai­ Inovasi Jepang (JIP), yang anggota parlemennya memilih dirinya setelah mencapai kese­pakatan, bersama-sama tidak memiliki mayoritas. LDP dan JIP sepakat memprioritaskan sta­bilitas harga, reformasi jami­nan sosial, serta revisi Konsti­tusi. Meski JIP tidak masuk ka­binet, kemitraan kedua partai ini dipastikan tetap solid.

Baca juga : Bangkitkan Industri Tekstil, Purbaya Sikat Importir Pakaian Bekas

“Kami adalah blok penguasa mi­noritas, jadi perjalanan ke de­pan akan sulit. Tetapi saya ti­dak akan pernah menyerah. Ka­binet kami mendorong tekad dan kemajuan,” tegasnya.

Dia juga akan berjuang semaksimal mungkin untuk meri­ngankan dampak tarif AS dan memperkuat aliansi Jepang-AS. Pada 27 Oktober mendatang, Takaichi diagendakan bertemu Presiden AS Donald Trump. 

“Saya akan segera bertemu Presiden Trump dan membawa aliansi Jepang-AS ke tingkat yang lebih tinggi,” janjinya.

Menjawab pertanyaan soal pembubaran parlemen, Takaichi menegaskan, saat ini bukan wak­tunya membahas hal tersebut. Fokus utama pemerintahannya adalah menanggulangi inflasi dan memperbaiki kondisi eko­nomi­ rakyat.

“Tidak ada waktu untuk membicarakan pembubaran parlemen sekarang. Prioritas saya mengatasi inflasi dan masalah ekonomi yang mendesak,” tuturnya.

Adsense

Untuk mengatasi inflasi, Ta­kaichi­ berkomitmen memberikan­ subsidi tambahan kepada rumah sakit, fasilitas sosial dan usaha ke­cil yang terdampak kenaikan biaya hidup. Dia juga mening­kat­kan dukungan kepada Peme­rin­tah Daerah dan memberikan bantuan kepada rumah tangga yang menghadapi biaya listrik tinggi selama musim dingin.

Baca juga : Demi Kursi Perdana Menteri Jepang, Takaichi Rangkul Oposisi

“Tangani harga yang terus naik adalah prioritas utama kabinet saya,” ucap Takaichi.

Selain itu, mulai April 2026, sekolah menengah dan makan siang sekolah akan digratiskan sebagai bagian dari kesepakatan koalisi.

Takaichi juga berjanji menghapus batas penghasilan yang membatasi jam kerja pekerja pa­ruh waktu. Terutama perempuan, agar dapat bekerja lebih lama tanpa terkena pajak berat.

Dalam kebijakan moneter, Takaichi memastikan Pemerintah akan menjaga komunikasi erat dengan Bank of Japan sambil menghormati independensi bank sentral itu.

 “Kami berharap Bank of Japan menjalankan kebijakan yang tepat untuk mencapai target inflasi 2 persen secara berkelanjutan dan berbasis kenaikan upah,” harapnya.

Di bidang keamanan, Takaichi­ akan mempercepat revisi Strategi­ Keamanan Nasional dan dokumen pertahanan untuk menyesuaikan dengan ancaman mo­dern seperti serangan siber dan disinformasi. Jepang juga akan memperkuat ketahanan di sektor pertahanan, energi, pang­an dan infrastruktur digital melalui investasi strategis.

Baca juga : Ke Pyongyang, Menlu Sugiono: Perkuat Hubungan Yang Telah Lama Terjalin

Pemerintah akan membentuk Badan Nasional Penanggulangan­ Bencana pada 2026 yang ber­tu­gas mengkoordinasi pencegahan, respons, dan pemulihan bencana. Takaichi akan mempercepat rekonstruksi wilayah terdampak gempa dan banjir di Se­menanjung Noto.

Menyadari koalisi belum memiliki mayoritas di parlemen, Ta­kaichi terbuka bekerja sama dengan partai lain yang sejalan demi kepentingan rakyat.

“Yang terpenting menghasilkan kebijakan yang bermanfaat bagi rakyat,” tandasnya. 

 

Artikel ini telah dimuat di koran Rakyat Merdeka edisi 23 Oktober 2025.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense