RM.id Rakyat Merdeka - Usai hadir di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) di Kuala Lumpur, Malaysia, akhir pekan lalu, Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi kini menjadi sorotan. Banyak pihak menantikan pertemuannya dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Kehadiran Takaichi di KTT ke-47 ASEAN menandai debut diplomatik pertamanya sejak dilantik sebagai PM Jepang pada 21 Oktober 2025. Takaichi disambut hangat dan sukses memanen pujian dari sejumlah pemimpin negara.
Namun, ujian diplomatik berikutnya adalah bertemu Trump. Presiden AS ke-47 itu melakukan kunjungan ke Negeri Matahari Terbit pada 27-29 Oktober 2025. Pertemuan itu bakal menjadi ajang uji nyali bagi PM wanita pertama Negeri Sakura.
Kemampuan negosiasi Takaichi akan diuji saat menjamu Trump. Kedua pemimpin akan membahas mengenai isu tarif dagang, anggaran keamanan, hingga teknologi.
Dikutip dari Politico, Senin (27/10/2025), Trump diperkirakan akan menekan Jepang agar menyiapkan lebih banyak budget untuk pertahanan nasionalnya dan meraup miliaran dolar dalam kesepakatan investasi. Hasil pertemuan perdana mereka dapat menentukan arah hubungan AS-Jepang selama tiga tahun ke depan.
Baca juga : Tak Hadiri HUT TNI di Monas, Jokowi Tak Boleh Terpapar Panas
“Perdana Menteri tidak ingin memberi Trump kesempatan untuk menekannya di depan umum mengenai isu-isu seperti perdagangan dan pertahanan,” tegas mantan Staf Urusan Politik Kedutaan Besar Jepang di Washington Yuki Tatsumi.
Diplomat yang kini menjabat sebagai Direktur Senior Institute for Indo-Pacific Security itu mengatakan, Takaichi lebih baik mengarahkan perbincangan mengenai kerja sama melindungi Indo-Pasifik yang damai. Jepang adalah mitra dagang terbesar keenam AS dan merupakan partner pertahanan AS di Indo-Pasifik.
Sejauh ini, atmosfer dialog AS dengan Jepang terpantau hangat. Di momen Takaichi terpilih sebagai PM Jepang pekan lalu, Trump mengunggah komentar positif di akun Truth Social-nya.
“Sanae Takaichi adalah seseorang yang sangat bijaksana dan kuat,” puji Trump.
Tatsumi beranggapan, pertemuan perdana Takaichi dan Trump akan berjalan lancar. “Trump tahu Takaichi adalah anak didik mendiang Shinzo Abe. Dan Abe adalah rekan golf favorit Trump,” ungkap Tatsumi dikutip Reuters, Senin (27/10/2025).
Baca juga : Antusias Hadiri HUT Ke-80 TNI, Masyarakat Sipil Bangga dan Dukung Penuh TNI
Selain itu, dikutip dari Kyodo, Minggu (26/10/2025), Jepang diperkirakan akan memfinalisasi paket pembelian Liquefied Natural Gas (LNG), truk pick up Ford F-150 dan kedelai.
Tokyo Gas telah menandatangani perjanjian pembelian LNG dari proyek LNG Alaska senilai 44 miliar dolar AS (Rp 731,7 triliun).
Takaichi dan Trump juga akan menandatangani perjanjian kerja sama AS-Jepang di berbagai bidang. Termasuk pengembangan standar nirkabel generasi mendatang dan kecerdasan buatan.
Trump dikabarkan tidak sabar bertemu Takaichi. Taipan real estate itu juga senang mendengar kabar mengenai pembelian kedelai oleh Jepang. Pasalnya, petani kedelai AS terdampak keputusan China untuk berhenti mengimpor bahan pakan itu dari Negeri Paman Sam, sebagai bagian dari perang dagangnya dengan AS.
Selain itu, Trump juga ingin segera melihat kesepakatan pembelian truk pick up Ford F-150. “Seleranya bagus. Truk itu keren sekali,” puji politisi Republik itu saat berada di Air Force One menuju Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (26/10/2025).
Baca juga : Don Muzakir: Lawan Mafia Tanah, Kawal Program Presiden
Namun, masih ada celah untuk keduanya berselisih paham di pertemuan pertama mereka. Awal September lalu, Takaichi mengatakan, akan mempertimbangkan menegosiasikan kembali perjanjian yang ditengahi pendahulunya, PM Shigeru Ishiba. Perjanjian yang dimaksud adalah investasi Jepang ke proyek-proyek AS senilai hampir 550 miliar AS (Rp 9.141 triliun).
Angka tersebut mewakili lebih dari 10 persen pendapatan domestik bruto Jepang. Namun, Takaichi, yang merupakan Ketua Partai Demokrat Liberal (LDP), tidak memiliki dukungan mayoritas kuat di parlemen. Hal ini membatasi kemampuannya untuk mendorong sejumlah kebijakan pemerintahannya.
Artikel ini tekah dimuat di koran Rakyat Merdeka edisi 28 Oktober 2025.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.