Dark/Light Mode

Pidato 100 Hari Masa Jabatan

Approval Rating Cuma 44 Persen, Trump: Itu Palsu

Rabu, 30 April 2025 12:25 WIB
Presiden AS Donald Trump (Foto: IG @potus)
Presiden AS Donald Trump (Foto: IG @potus)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump merayakan 100 hari masa jabatan keduanya dengan pidato bergaya kampanye, memuji prestasi sendiri, dan menyasar lawan politiknya.

Trump yang menyebut kebijakannya sebagai revolusi akal sehat mengatakan kepada kerumunan pendukungnya di Michigan, bahwa dia menggunakan masa jabatannya untuk memberikan perubahan besar.

Politisi Partai Republik itu pun mengejek pendahulunya dari Partai Demokrat, Joe Biden. Serta mengarahkan kritik baru kepada Bos Federal Reserve AS Collin Powell. Dia mengabaikan jajak pendapat yang menunjukkan anjloknya popularitas.

Atas kebijakan yang dijalankan, Trump telah menghasilkan penurunan jumlah imigran ilegal dramatis di negaranya. Namun, perang dagang global yang dilancarkannya memicu persoalan ekonomi yang dapat memunculkan kerentanan politik.

"Kita baru saja memulai, kalian belum melihat apa pun," kata Trump kepada khalayak di pinggiran Kota Detroit, seperti dilansir BBC, Selasa (29/4/2025).

Berbicara di pusat industri otomotif Amerika, Trump sesumbar perusahaan mobil berbaris untuk membuka pabrik manufaktur baru di negara bagian Midwest tersebut.

Baca juga : Fadli Zon: Pemerintah Sudah Di Jalur Yang Pas

Sejauh ini, Trump telah melunakkan elemen kunci dari rencana ekonominya: tarif impor mobil dan suku cadang mobil asing, setelah produsen mobil AS mengingatkan bahaya lonjakan harga.

Dalam pidato 100 hari itu, Trump mengklaim jajak pendapat Gallup yang menunjukkan rendahnya approval rating terhadap dirinya, adalah hal yang palsu.

Dalam jajak pendapat itu, Trump disebut sebagai satu-satunya presiden pasca-Perang Dunia Kedua yang tak mendapat separuh dukungan publik setelah 100 hari menjabat, dengan peringkat persetujuan sebesar 44 persen.

Komite Nasional Demokrat (DNC) mengatakan, 100 hari pertama Trump merupakan sebuah kegagalan besar.

"Trump harus disalahkan atas fakta bahwa hidup menjadi lebih mahal, lebih sulit untuk pensiun. Resesi Trump sudah di depan mata kita," kata DNC.

Trump melakukan jajak pendapat informal sendiri dalam pidatonya pada Selasa (29/4/2025), dengan menanyakan kepada khalayak tentang julukan favorit untuk Biden.

Baca juga : Tegas! Menag Nasaruddin Umar Tak Mau Promosikan Jabatan Cuma Karena Ordal

Trump juga mengejek ketangkasan mental Biden. Dia bahkan bertanya kepada publik, bagaimana penampilan Biden mengenakan baju renang. 

Trump masih keukeuh dialah pemenang sebenarnya dari Pemilu AS 2020, yang ketika itu dimenangkan Bidmana ia kalah. Sasaran kemarahannya yang lain termasuk Jerome Powell, kepala bank sentral AS, yang menurut presiden tidak melakukan pekerjaan dengan baik.

Imigran Ilegal

Trump memuji kemajuan dalam imigrasi dalam 100 hari masa jabatannya. Jumlah pendatang ilegal di perbatasan selatan, anjlok dari angka 140 ribu pada Maret lalu, menjadi hanya lebih dari 7.000.

Gedung Putih juga mengatakan, hampir 65.700 imigran telah dideportasi dalam 100 hari masa jabatannya. Di tahun fiskal lalu, otoritas AS mendeportasi lebih dari 270 ribu orang.

Di tengah pidatonya, Trump memutar video orang-orang yang dideportasi dari AS dan dikirim ke penjara besar di El Salvador.

Tindakan kerasnya terhadap imigrasi menghadapi serangkaian tantangan hukum, seperti halnya upayanya untuk mengakhiri pemberian kewarganegaraan secara otomatis kepada siapa pun yang lahir di tanah AS.

Baca juga : Pemprov Tolak Premanisme Pengumpulan THR Lebaran

Dalam pidatonya, Trump mengatakan harga telur telah turun 87 persen. Klaim ini disebut bertentangan dengan angka harga pemerintah terbaru.

Inflasi, harga energi, dan suku bunga hipotek telah turun sejak Trump menjabat pada 20 Januari lalu. Meski pengangguran sedikit meningkat, sentimen konsumen merosot, dan pasar saham kacau akibat tarif.

Sebelum Trump berpidato, Joe DeMonaco, warga AS yang memiliki bisnis pertukangan di Michigan mengatakan, pajak impor Trump yang tidak menentu, telah mulai mengerek harga yang harus dibebankannya kepada pelanggan.

"Saya berharap... Trump mendekati berbagai hal dengan sedikit berbeda, mengingat dia sudah cukup berpengalaman memasuki masa jabatan kedua," kata DeMonaco kepada BBC.

Sementara Teresa Breckinridge, pemilik Silver Skillet Diner di Atlanta, Georgia memuji kebijakan Trump. "Dia menangani berbagai hal di mana pun dia bisa, beberapa kali sehari. Dia pun melaporkan kembali kepada masyarakat. Saya pikir, tarif Trump pada akhirnya akan menguntungkan kita," tuturnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.