RM.id Rakyat Merdeka - Dukungan Pemerintah Indonesia untuk Palestina tidak pernah berhenti. Kali ini, Kementerian Pertanian (Kementan) menyediakan 15 ribu hektare lahan pertanian di Kalimantan Utara untuk dimanfaatkan Pemerintah Palestina.
Penyerahan lahan ini dilakukan Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman kepada Duta Besar (Dubes) Palestina untuk Indonesia Zuhair Al Shun di kantor Kementan, Jakarta, Kamis (30/10/2025).
Al Shun mengapresiasi komitmen Indonesia yang tidak pernah hilang membantu negaranya. “Terima kasih yang mendalam kepada Pemerintah Indonesia atas konsistensi dukungannya terhadap perjuangan rakyat Palestina,” ucapnya, dikutip dari keterangan tertulis Kementan, Sabtu (1/11/2025)
Baca juga : Di KTT Palestina, Prabowo Tegaskan Indonesia Siap Kirim Pasukan Perdamaian
“Kerja sama ini sebagai tonggak sejarah baru hubungan bilateral yang memperkuat solidaritas dan kolaborasi lintas sektor antarbangsa,” imbuhnya.
Dia juga menyampaikan, kunjungan tim teknis investasi Palestina ke Indonesia kemungkinan tertunda sementara, karena situasi keamanan di Palestina yang belum kondusif.
Dengan melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sektor swasta dan mitra kebijakan internasional di Asia Tenggara dan negara sahabat lainnya, Kementan menegaskan, lahan tersebut akan dikembangkan menjadi kawasan pangan, peternakan, hingga agroindustri terpadu berkelanjutan.
Baca juga : Dubes RI Untuk Italia Junimart Girsang Perkuat Kemitraan Pertanian Dengan IFAD
“Bagi kami, membantu Palestina bukan hanya soal pangan, tapi soal kemanusiaan,” ujar Amran.
Selain investasi lahan, kerja sama Indonesia-Palestina juga mencakup pertukaran teknologi pertanian berkelanjutan. Seperti irigasi hemat air, pertanian gurun, pengembangan benih tahan iklim, serta sistem pertanian modern berbasis digital dan hidroponik.
Di bidang Sumber Daya Manusia (SDM), Indonesia akan memperluas kuota pelatihan bagi petani muda dan pejabat pertanian Palestina. Termasuk magang di lahan pertanian terintegrasi di Kalimantan dan Sulawesi.
Baca juga : Dubes RI Untuk Italia Junimart Girsang Pererat Kerja Sama Dengan Unidroit
Sebagai tindak lanjut, kedua negara akan membentuk Komite Kerja Bersama (Joint Working Committee) pada awal 2026 untuk memfinalisasi rencana aksi dan memastikan pelaksanaan tepat waktu dari seluruh inisiatif yang telah disepakati.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.