RM.id Rakyat Merdeka - Upaya memperkuat kerja sama di bidang kesehatan antara Indonesia dan China kembali digelorakan. Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk China Djauhari Oratmangun menegaskan pentingnya memperluas kolaborasi strategis dalam bidang kesehatan antara Indonesia dan China.
Secara garis besar, Dubes Djauhari menekankan kerja sama dalam bidang inovasi teknologi kesehatan dan pengobatan tradisional China (Traditional Chinese Medicine/TCM). Kini, TCM semakin diintegrasikan dengan pendekatan medis berbasis sains.
“Indonesia perlu menangkap peluang ini, terutama di bidang penelitian. Fondasi kerja sama yang sudah terbangun sejak masa pandemi harus kita tingkatkan dan perluas,” ujar Dubes Djauhari dalam keterangan¬nya di Instagram @djauharioratmangun pada Minggu (9/11/2025).
Baca juga : Polri Siap Terima Kritik dan Perbaikan dari Komisi Reformasi
Dalam media sosial tersebut, Djauhari juga menunjukkan kehadiran Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Profesor Taruna Ikrar di Kedutaan Besar RI (KBRI) Beijing. Pertemuan tersebut juga dihadiri perwakilan industri farmasi nasional. Termasuk Direktur Utama PT Etana Biotechnologies Indonesia Nathan Tirtana dan perwakilan dari Kalbe Farma.
Dalam unggahan itu, Dubes yang akrab disapa Djo itu membagikan suasana diskusi yang hangat dan produktif. “Masa depan kolaborasi kesehatan kedua negara sangat cerah,” ujarnya.
Pertemuan ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat ekosistem inovasi kesehatan lintas negara. Harapannya, dapat mendorong peningkatan riset, transfer teknologi dan pengembangan produk farmasi berkualitas tinggi di Indonesia.
Baca juga : Dubes RI Untuk AS Serahkan Primaduta Award Kepada McCormick Dan Diaspora
Dengan semangat kolaborasi dan sinergi lintas sektor, Dubes Djauhari optimistis masa depan kerja sama kesehatan Indonesia dan China akan membawa manfaat besar bagi masyarakat.
Taruna Ikrar menambahkan, semangat berkolaborasi lebih baik daripada berkompetisi. Sebab, hal itu yang diperlukan dunia kesehatan dan sains saat ini.
“Saya percaya, kemajuan kesehatan dunia hanya bisa ter¬capai bila ilmu pengetahuan, industri dan kebijakan publik berjalan seiring dalam harmoni kolaboratif,” ujar Taruna.
Baca juga : Linknet Dorong Perluasan Konektivitas Nasional Berbasis Kolaborasi
Selain melakukan kunjungan ke KBRI, Kepala BPOM dan delegasi bertemu akademisi bidang pengobatan TCM dari beberapa institusi. Seperti China Academy of Chinese Medical Sciences dan Beijing University of Chinese Medicine.
Selanjutnya, Taruna Ikrar melakukan kunjungan ke Beijing Tiantan Hospital untuk membahas riset klinis dan inovasi terapi neurologi, Rabu (5/11/2025), hingga menghadiri Opening Remarks pada Health and Life Science Summit 2025 di Shanghai, China, Sabtu (8/11/2025).
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.