BREAKING NEWS
 

Terbaru Jepang Vs China, Negara Berkonflik Tambah Banyak

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : SISWANTO
Senin, 17 November 2025 07:40 WIB
Kapal China Coast Guard (CCG) terlihat membentuk formasi dan melintas dekat Kepulauan Senkaku. (Foto: Reuters)

 Sebelumnya 
Kamboja mengevakuasi 250 keluarga dari Desa Prey Chan yang dekat wilayah sengketa. Kedua negara saling tuding: Thailand bilang tembakan dimulai Kamboja, Kamboja menuding sebaliknya. 

Awal pekan lalu, Thailand menuduh Kamboja menanam ranjau baru setelah seorang tentaranya kehilangan kaki. Kamboja membantah, ranjau itu peninggalan masa lalu. 

Padahal, baru Juli lalu dua negara baru saja memberlakukan gencatan senjata setelah lima hari pertempuran. 

Situasi memanas ini bikin Amerika Serikat (AS) turun tangan. Presiden AS Donald Trump menelpon pemimpin Thailand dan Kamboja. PM Malaysia Anwar Ibrahim mengaku ikut membahas penyelesaian berdasarkan Kerangka Perjanjian Perdamaian Kuala Lumpur. 

Baca juga : Anugerah Jurnalistik Forum Pemred 2025 , Jurnalis RM Juara 2 Dan 3

Di Asia Selatan, Pakistan resmi menetapkan status perang dengan Afghanistan setelah serangan bom bunuh diri menewaskan 12 orang di Islamabad. Konflik dua negara bertetangga ini semakin memperburuk stabilitas regional. 

Di Afrika, perang Sudan tetap bergolak. Ribuan warga Kordofan Utara mengungsi akibat serangan Pasukan Dukungan Cepat (RSF). Perang antara militer Sudan dan RSF sejak 2023 itu sudah menewaskan ribuan warga dan memaksa jutaan mengungsi. 

Sementara itu, tensi AS–Venezuela terus menanjak. AS mengirim kapal induk, ribuan tentara, dan pesawat tempur ke kawasan sekitar Venezuela. AS juga menghancurkan 21 kapal penyelundup narkoba, menewaskan puluhan orang. 

Tensi makin panas setelah AS dan Trinidad & Tobago menggelar latihan militer di Karibia. “Latihan itu langkah provokatif dan bertujuan mengancam Venezuela,” seru Presiden Nicolas Maduro. 

Baca juga : AUSINDTL 2025 Sukses Digelar, BIN Ajak Australia-Timor Leste Perkuat Kerja Sama Intelijen

Di Eropa Timur, perang Rusia–Ukraina sejak 2022 belum menunjukkan sinyal padam. Baru-baru ini, Rusia baru saja membombardir Kiev, Ibu Kota dari Ukraina. 

Konflik Israel–Iran yang kini gencatan senjata juga disebut para analis hanya “jeda sementara”. Letupan baru bisa terjadi kapan saja. 

Banyaknya konflik yang terjadi di dunia, membuat dunia khawatir akan potensi terjadinya Perang Dunia (PD III). Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sempat menyinggung potensi PD III Dalam orasi ilmiah di ITS Surabaya, Selasa (11/11/2025). 

“Kalau tidak dihentikan, sangat mungkin terjadi peperangan besar. World War III sangat mungkin terjadi,” tegas SBY. 

Baca juga : Firman Soebagyo: Saya Tak Setuju BPIP Setara Kementerian

Namun, ia menekankan, perang besar masih bisa dicegah jika para pemimpin dunia mau menahan ego dan menjaga perdamaian. SBY mengaku optimis, PD III masih bisa dicegah. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense