RM.id Rakyat Merdeka - Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Uni Emirat Arab (UEA) Judha Nugraha turun panggung dan menari bersama penonton dalam National Festival of Tolerance & Coexistence 2025 di Abu Dhabi. Aksi ini menjadi momen paling mencuri perhatian dalam festival toleransi itu.
Kehadiran Dubes Judha tidak hanya memeriahkan suasana. Namun juga memperkuat citra Indonesia sebagai bangsa yang ramah, hangat dan menjunjung semangat harmoni.
“Indonesia bangga dapat berkontribusi dalam acara ini. Bukan hanya merayakan keberagaman budaya, tapi juga memperkuat pesan universal mengenai toleransi dan hidup berdampingan secara damai,” kata Dubes Judha dalam keterangannya.
Dia menegaskan, nilai harmoni dalam seluruh penampilan Indonesia mencerminkan karakter bangsa yang menjunjung kebersamaan dan saling menghargai.
Baca juga : Angklung Dan Tari Pendet Mencuri Perhatian Di Festival Budaya Kanada
Festival itu berlangsung pada 14–16 November 2025 di Umm Al Emarat Park. Tema acara Hand in Hand, sejalan dengan program Year of Community. Menteri Toleransi dan Koeksistensi UEA Sheikh Nahyan bin Mubarak Al Nahyan hadir dan meresmikan acara tersebut.
Puluhan lembaga UEA turut berpartisipasi. Termasuk Muslim Council of Elders, Kepolisian UEA, Badan Statistika UEA, Rumah Sakit Burjeel, serta sejumlah kedutaan negara sahabat.
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Abu Dhabi menghadirkan booth yang memamerkan alat musik tradisional, wastra Nusantara, kerajinan tangan, dan promosi wisata Wonderful Indonesia.
Ada juga informasi mengenai investasi dari Indonesia Investment¬ Promotion Center (IIPC). Booth tersebut menjadi salah satu yang paling ramai dikunjungi pengunjung festival.
Baca juga : Dorong Pemberdayaan Ibu Rumah Tangga, Peruri Asri Gelar Solusi Sampah Di Karawang
Pada Sabtu (15/11/2025), Indonesia tampil pada sesi prime time selama 90 menit. Enam kelompok seni menampilkan ragam pertunjukan. Mulai dari Gamelan Abu Dhabi, Tari Yapong, Tari Lancang Kuning, hingga atraksi Pencak Silat dengan jurus tangan kosong, kipas, golok, toya, kerambit, hingga Silat Harimau.
Angklung Abu Dhabi membawakan tiga lagu lintas budaya, sebelum medley tarian Nusantara menampilkan tarian dari Batak, Betawi, Yogyakarta, Banjarmasin, Minahasa, Bali hingga Sunda. Suasana mencapai puncak saat musik Tabolabale dan Pacu Jalur dimainkan.
Sorakan penonton memuncak ketika Dubes Judha maju ke depan panggung dan ikut menari dalam mass dance bersama puluhan WNI dan peserta internasional. Momen tersebut menjadi salah satu yang paling meriah sepanjang festival, membuat banyak penonton ikut bergabung atau merekamnya melalui video.
Pertunjukan Indonesia ditutup dengan sesi foto bersama seluruh penampil dan Dubes Judha, sebagai bentuk apresiasi kepada komunitas seni Indonesia di UEA. Momen tersebut juga dibagikan melalui akun Instagram resmi KBRI Abu Dhabi.
Baca juga : Dua Pendekar Persita Dipanggil Bela Tim Nasional
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.