Sebelumnya
Tahun ini, China dan Rusia merayakan Victory Day, momen kemenangan atas fasisme dan militerisme Jepang di Perang Dunia II—sebuah simbol solidaritas sejarah yang menguatkan posisi mereka dalam geopolitik modern.
Selain sejarah, kedua negara juga terlibat sengketa wilayah dengan Jepang. Pulau Senkaku/Diaoyu di Laut China Timur masih menjadi sumber konflik abadi bagi China dan Jepang. Jepang menguasai pulau tersebut, sementara China mengklaimnya sebagai wilayah kedaulatan. Patroli kapal kedua negara kerap memicu gesekan.
Pulau lain yang jadi rebutan adalah Kepulauan Kuril Selatan/Northern Territories, merupakan pokok sengketa Rusia dan Jepang. Empat pulau—Iturup, Kunashir, Shikotan dan Habomai—masih menjadi sengketa sejak 1945. Kondisi ini menyebabkan Rusia dan Jepang belum pernah menandatangani perjanjian damai resmi sejak Perang Dunia II.
Baca juga : Australian Open 2025, Indonesia Amankan Satu Tiket Babak Final
Pada penghujung Perang Dunia II, pasukan Uni Soviet (kini Rusia) mengambil alih dari Jepang empat pulau paling selatan di Kepulauan Kuril. Meski demikian, Jepang dan Soviet menandatangani Deklarasi Bersama tahun 1956 untuk menandai berakhirnya perang dan pemulihan hubungan diplomatik.
Adapun negara-negara Sekutu telah menandatangani perjanjian damai dengan Jepang, yang dikenal sebagai Perjanjian San Francisco, tahun 1951.
Dalam Deklarasi Bersama Jepang–Soviet tahun 1956 disebutkan, Tokyo akan menerima dua pulau kecil dari empat pulau yang menjadi sengketa, setelah tercapainya perjanjian damai di antara kedua negara. Namun, sampai kini hal itu belum terwujud.
Baca juga : Audi Marissa, Suami Ogah Bahas Rumah Tangga
Pertemuan Moskow–Beijing juga berlangsung di tengah kekhawatiran kedua negara terkait rencana Presiden AS Donald Trump membangun perisai rudal Golden Dome dan niatnya melanjutkan uji coba senjata nuklir setelah jeda lebih dari 30 tahun.
Beijing berulang kali menolak upaya Washington melibatkan mereka dalam dialog nuklir. Namun menariknya, China sedang memperluas cadangan senjata nuklirnya dan menunjukkan sedikit minat bernegosiasi dengan AS maupun Rusia, meski kedua negara memiliki persenjataan lebih besar. MEL
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Sabtu, 22 November 2025 dengan judul "Di Tengah Ketegangan Beijing-Tokyo China Dan Rusia Pamer Kemesraan Di Moskow"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.