BREAKING NEWS
 

Kemlu Gelar Dialog Lintas Agama Dan Budaya

RI Jadi Role Model Toleransi Uni Eropa

Reporter : LARASATI DYAH UTAMI
Editor : UJANG SUNDA
Sabtu, 29 November 2025 06:10 WIB
Wakil Kepala Misi Delegasi Uni Eropa (UE) untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Stephane Mechati (kanan) dan Direktur Diplomasi Publik Kemlu RI Ani Nigeriawati pada acara Indonesia–UE Interfaith and Intercultural Dialogue (Dialog Lintas Agama dan Lintas Budaya), di Kemlu RI, Jakarta, Kamis (27/11/2025). Foto: Larasati Dyah Utami/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia dan Uni Eropa (UE) sepakat perlunya upaya bersama memperkuat pemahaman antaragama dan antarbudaya di tengah meningkatnya intoleransi, polarisasi, dan ujaran kebencian.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI bersama UE menggelar diskusi bertajuk Indonesia–EU Interfaith and Intercultural Dialogue atau Dialog Lintas Agama dan Lintas Budaya, Kamis (27/11/2025). Acara di Kantin Diplomasi Kemlu RI itu menghadirkan tokoh agama, akademisi, perwakilan masyarakat sipil, dan pembuat kebijakan dari Indonesia dan UE.

Kedua pihak menegaskan pentingnya memperkuat kerja sama dalam toleransi, koeksistensi damai, dan pemahaman antarbudaya.

Baca juga : Incar Juara Umum, PBSI Rombak Daftar Pemain

Wakil Kepala Misi Delegasi UE untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Stephane Mechati mengatakan, isu intoleransi menjadi perhatian serius di kawasan Eropa. UE menjunjung tinggi hak asasi manusia, termasuk kebebasan beragama, berkeyakinan, dan beribadah.

Namun, Mechati mengakui kawasan mereka masih menghadapi tantangan intoleransi seperti Islamofobia, antisemitisme, dan rasisme. Karena itu, UE berkomitmen kuat memerangi semua bentuk intoleransi tersebut.

“Kami percaya bahwa untuk memerangi Islamofobia, rasisme, antisemitisme, dan hate speech, kami perlu belajar dari negara-negara lain yang berhasil mengelola keberagaman, termasuk Indonesia,” ungkap Mechati.

Baca juga : Melliza Xaviera Putri Yulian, Nyinden Di Final Miss International

Diplomat asal Prancis itu mengagumi semboyan persatuan Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika. Menurutnya, Indonesia tidak hanya menjadikannya semboyan, tetapi juga menerapkan model koeksistensi tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Masyarakat hidup berdampingan secara damai meski berbeda agama, suku, maupun budaya.

Ia menilai, Indonesia menunjukkan praktik toleransi yang bisa menjadi pembelajaran penting bagi UE. “Selain dialog lintas agama dan budaya, Uni Eropa juga menjalankan dialog terkait keamanan siber, kejahatan digital, dan isu lainnya yang saling melengkapi,” sambungnya.

Adsense

UE juga memberi ruang bagi berbagai komunitas dari Benua Biru dan Indonesia untuk berbagi pengalaman positif, terutama sebagai kontribusi pengetahuan lintas kawasan.

Baca juga : Dipastikan TNI AU, Tak Ada Pesawat Asing Masuk Ke Bandara IMIP

“Uni Eropa menegaskan pentingnya saling mengenal, memahami siapa kita di Eropa dan siapa Indonesia. Dengan begitu, kerja sama dapat dibangun berdasarkan saling pengertian dan rasa hormat,” ujarnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense