BREAKING NEWS
 

1.000 Creative Diaspora Di CIFP 2025

Kemen Ekraf dan IDN Global Teken MoU

Reporter : LARASATI DYAH UTAMI
Editor : MUHAMMAD RUSMADI
Sabtu, 29 November 2025 17:33 WIB
Dari kiri: Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya, Sekretaris Kementerian Ekraf Dessy Ruhati, Presiden IDN Global Nathalia Widjaja dan Ketua FPCI Dino Patti Djalal. [Foto: Laras/RM.id]

RM.id  Rakyat Merdeka - Pada Conference on Indonesian Foreign Policy (CIFP) 2025 dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) 1.000 Creative Diaspora.

Penandatanganan dilakukan oleh Sekretaris Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) Dessy Ruhati dan Presiden Indonesia Diaspora Network (IDN) Global Nathalia Widjaja di Mall Kota Kasablanka, Jakarta, Sabtu (29/11/2025).

Penandatangan MoU disaksikan langsung oleh Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya dan Ketua Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal. Menteri Ekraf mengatakan, kerja sama antara kementeriannya dan IDN Global ini bertujuan mendorong kontribusi diaspora Indonesia dalam mendukung program Presiden Prabowo Subianto dalam pengembangan industri kreatif.

Baca juga : IKTN Percepat Sosialisasi PP 39/2025 Ke Pengusaha Tambang Di Lampung

"Tidak hanya pada level nasional, tetapi juga untuk membawa Intellectual Property Indonesia mendunia. Dari 17 subsektor ekonomi kreatif seluruhnya memiliki peluang besar untuk dikembangkan. Mulai dari kreativitas berbasis budaya, desain, media, hingga kreativitas berbasis digital yang kini berkembang sangat pesat," kata Riefky kepada wartawan.

Adsense

Politisi Partai Demokrat itu mengatakan, industri kreatif Indonesia juga bertumbuh dengan sangat pesat. Ekspor dari sektor ekonomi kreatif pada Oktober 2025 sudah melampaui dari target yang diberikan. Sementara total pekerja Ekraf yang diperkirakan hanya mencapai 25,5 juta pekerja di akhir 2025, tercatat per Oktober 2025 sudah mencapai 27,4 juta pekerja Ekraf di Indonesia.

"Diaspora kita di luar negeri banyak yang mempunyai kemampuan kreatif dan membuat ekonomi kreatif bisa semakin mendunia. Selain itu, para kreator-kreator Indonesia dari ekonomi kreatif ini juga bisa masuk ke akses pasar di berbagai belahan dunia dengan bantuan teman-teman diaspora," ujarnya.

Baca juga : Pelatihan Diplomasi Kesehatan GlobalĀ 

Nathalia Widjaja mengapresiasi dukungan Kementerian Ekraf. Dia berharap, kerja sama tersebut dapat mendorong kemajuan program pembangunan nasional Indonesia khususnya di bidang ekonomi kreatif.

"Tentu kami, Indonesian Diaspora Network Global dengan chapter kami yang lebih dari 50 chapter di berbagai negara di 5 benua, siap mendukung dan kami siap berjalan bersama di setiap hal yang Bapak Ibu dan Indonesia perlukan," pungkasnya.

CIFP 2025 merupakan festival diplomasi tahunan yang diselenggarakan oleh FPCI sejak 2015. Konferensi ini diikuti ribuan peserta yang terdiri dari kalangan pejabat Pemerintah, korps diplomatik, mahasiswa, jurnalis, dan masyarakat umum.

Baca juga : Semangat Efisiensi, Pemakaian Gas Bumi PGN di Kemenhan dan TNI Jalan Terus

CIFP 2025 mengangkat tema besar “Preparing for the Next World Order: Indonesia, the Global South, and the West". (*)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense