RM.id Rakyat Merdeka - Amerika Serikat (AS) dan Indonesia makin mengeratkan kerja sama kedua negara lewat Diskusi Kebijakan Ruang Siber AS–Indonesia 2026 yang digelar di Jakarta, Selasa (28/1/2026). Forum ini menegaskan komitmen kedua negara menjaga keamanan siber dan stabilitas kawasan Indo-Pasifik.
Diskusi tersebut mempertemukan pejabat senior, pakar teknis, serta perwakilan pemerintah dari kedua negara. Wakil Asisten Menteri Luar Negeri AS bidang Bantuan Keamanan Kawasan dan Diplomasi Publik Biro Asia Timur dan Pasifik, Robert Koepcke, memimpin langsung delegasi Negeri Paman Sam.
Koepcke menekankan pentingnya kerja sama strategis AS–Indonesia, khususnya dalam penyusunan kebijakan siber, penanganan penipuan daring, hingga pemberantasan kejahatan siber lintas negara.
Senada, Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) Kedutaan Besar AS di Jakarta, Peter Haymond menilai, kolaborasi siber kedua negara sudah terbangun kuat selama beberapa tahun terakhir. Menurutnya, ancaman siber tidak mengenal batas negara.
“Penipuan daring, ransomware, dan serangan siber merugikan semua pihak, terutama masyarakat yang sudah bekerja keras,” ujar Haymond.
Baca juga : Dari 21 Kecamatan, Bisa Diperoleh Rp 50-an Miliar
“Bersama-sama, kita bisa membangun benteng pertahanan untuk melindungi warga dan perekonomian kita,” terangnya dalam keterangan pers Kedutaan Besar AS di Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Dalam kesempatan itu, AS juga mengumumkan bantuan baru senilai 10 juta dolar AS atau sekitar Rp 150 miliar untuk Indonesia. Bantuan ini merupakan bagian dari implementasi Nota Kesepahaman Keamanan Siber bilateral serta wujud konkret Kemitraan Strategis Komprehensif kedua negara, termasuk Rencana Aksi Keamanan Siber.
Dana tersebut akan difokuskan pada sejumlah program strategis, antara lain:
* **Penguatan Kapasitas Siber**
Pakar keamanan siber dari perusahaan AS akan melatih aparat dan lembaga pemerintah Indonesia, sekaligus membekali mereka dengan teknologi untuk menghadapi serangan siber dari pihak asing.
Baca juga : Kemenag Perkuat Kerja Sama Lintas Iman Bersama GMII
* **Perlindungan Infrastruktur Vital**
Pertahanan siber yang lebih kuat diharapkan mampu melindungi infrastruktur penting Indonesia serta mencegah gangguan pada rantai pasok perdagangan global.
* **Pemberantasan Kejahatan Siber**
Kerja sama penegakan hukum akan ditingkatkan guna memutus jaringan kejahatan siber terorganisasi yang kerap menipu warga kedua negara.
* **Keamanan Kawasan Indo-Pasifik**
Baca juga : Grab Indonesia Salurkan Bantuan Bencana Sumatera Senilai Rp 1,8 Miliar
Kolaborasi yang lebih erat dengan negara-negara Asia Tenggara diyakini mampu meningkatkan ketahanan siber kawasan demi Indo-Pasifik yang aman dan sejahtera.
Amerika Serikat menegaskan siap melanjutkan dialog dan kerja sama dengan Indonesia guna memperkuat pertahanan siber bersama. Hubungan bilateral pun kian solid—tak hanya di dunia nyata, tapi juga di ruang maya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.