BREAKING NEWS
 

PBB Krisis Keuangan, Indonesia Sudah Bayar Full Iuran Keanggotaan

Reporter & Editor :
MELLANI EKA MAHAYANA
Rabu, 4 Februari 2026 10:47 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto (kanan) berjabat tangan dengan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres dalam pertemuan bilateral tertutup di Gedung Sekretariat PBB, New York, Amerika Serikat, Senin (22/9/2025). (Biro Pers Sekretariat Presiden)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya sebagai anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dengan membayar penuh kewajiban iuran keanggotaan. Di saat sejumlah negara masih menunggak, Indonesia justru memastikan kontribusinya lunas.

Penegasan itu disampaikan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI di tengah sorotan terhadap kondisi keuangan PBB yang kian memprihatinkan akibat banyaknya negara anggota yang belum memenuhi kewajiban iuran.

Baca juga : Muchlis M Hanafi, Wakil Indonesia pada Forum Pentashihan Mushaf di Irak

“Dari Indonesia yang dapat disampaikan, kita telah melaksanakan kewajiban kita. Kontribusi terhadap PBB sudah dibayarkan secara penuh,” ujar Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang di Jakarta, Selasa (3/2/2026).

Adsense

Yvonne mengatakan, Indonesia kini mendorong negara-negara anggota lain agar segera melunasi iuran mereka demi menjaga keberlangsungan operasional PBB.

Baca juga : Perkuat Kehadiran di Indonesia, HMI Malaysia Resmikan Kantor ARO di Jakarta

Dia juga mengungkapkan bahwa pada 28 Januari lalu, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres telah mengirimkan surat kepada seluruh negara anggota, termasuk Indonesia, terkait kondisi krisis keuangan organisasi multilateral tersebut.

“Suratnya cukup panjang. Intinya mengimbau negara-negara yang belum membayar kontribusi agar membantu memperbaiki situasi keuangan PBB,” katanya.

Baca juga : Thailand Masters 2026, Indonesia Kunci Gelar Juara Ganda Putra

Sebelumnya, pada 30 Januari 2026, Sekjen PBB Antonio Guterres secara terbuka memperingatkan kondisi keuangan PBB yang bokek. 

Juru Bicara Sekjen PBB Farhan Haq bahkan menyebut, PBB saat ini tidak memiliki cadangan kas dan likuiditas yang memadai untuk menjalankan fungsi-fungsinya seperti tahun-tahun sebelumnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense