Dark/Light Mode

Muchlis M Hanafi, Wakil Indonesia pada Forum Pentashihan Mushaf di Irak

Selasa, 3 Februari 2026 20:28 WIB
Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag Muchlis M. Hanafi (Foto: Dok. Kemenag)
Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag Muchlis M. Hanafi (Foto: Dok. Kemenag)

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama (Kemenag), Muchlis M. Hanafi, menjadi wakil Indonesia dalam Forum Internasional Pentashihan Mushaf Al-Qur’an di Karbala, Irak, 2–5 Februari 2026, atas undangan Diwan Al-Waqf al-Syi’i Pemerintah Irak. Keterlibatan wakil dari Indonesia menunjukkan peran aktif negara dalam diplomasi keagamaan global dalam forum internasional.

Muchlis hadir sebagai anggota Komite Internasional Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Irak, yang akan diterbitkan oleh Al-Atabah al-Husainiyah, bersama para pakar Al-Qur’an dari berbagai negara dunia Islam, antara lain Yordania, Mesir, Suriah, serta negara-negara lainnya. Forum ini membahas secara mendalam aspek-aspek teknis dan ilmiah mushaf Al-Qur’an, meliputi rasm mushaf, qirā’āt, ḍabṭ, tanda waqaf, serta standar akademik dalam penerbitan mushaf yang sahih dan bertanggung jawab.

Baca juga : Prabowo Komit Bangun Indonesia Tanpa Lihat Peta Dukungan di Pilpres

“Keikutsertaan ini merupakan bagian dari kontribusi berkelanjutan Indonesia dalam penguatan kerja sama keagamaan internasional,” terang Muchlis, di Karbala, Selasa (3/2/2026), seperti keterangan resmi Kemenag.

Muchlis sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Kemenag periode 2015–2022. Hingga saat ini, doktor lulusan Universitas Al-Azhar Mesir ini secara aktif terlibat dalam berbagai forum global terkait kajian dan penjagaan otoritas mushaf Al-Qur’an.

Baca juga : Perkuat Kehadiran di Indonesia, HMI Malaysia Resmikan Kantor ARO di Jakarta

Selain di Irak, Muchlis juga tercatat sebagai anggota tim pentashih Mushaf al-Ummah di Turki, sebuah proyek internasional yang melibatkan ulama Al-Qur’an dari 15 negara, dan diketuai Syeikh Ahmad Isa al-Ma’sharawi. Di tingkat global, ia juga menjadi anggota Majelis ‘Ilmi Platform Sanad lil Ijāzah al-Qur’āniyyah, sebuah inisiatif internasional yang diluncurkan di Qatar pada tahun 2024 untuk memperkuat otoritas sanad dan transmisi keilmuan Al-Qur’an.

Partisipasi aktif ulama Indonesia dalam berbagai forum internasional ini sejalan dengan kebijakan Menteri Agama Nasaruddin Umar dan arahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong penguatan peran Indonesia di panggung dunia, khususnya dalam diplomasi keagamaan, moderasi beragama, dan pengembangan kerja sama lintas negara Islam.

Baca juga : Poros Muda Indonesia Apresiasi DPR Pertahankan Polri di Bawah Presiden

“Melalui keterlibatan ini, Indonesia tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga sebagai mitra strategis dan rujukan keilmuan dalam isu-isu Al-Qur’an dan keislaman kontemporer,” papar Muchlis. 

“Diplomasi keagamaan Indonesia terus diarahkan untuk memperkuat nilai wasathiyah dalam Islam, dialog lintas mazhab, serta komitmen bersama umat Islam dunia dalam menjaga kemurnian dan otoritas mushaf Al-Qur’an,” tandasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.