BREAKING NEWS
 

Ngakali WFH Pakai Bingkai Foto, Polisi Inggris Dipecat

Reporter : LARASATI DYAH UTAMI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Sabtu, 28 Februari 2026 06:07 WIB
Foto Ilustrasi keyboard. (Foto via iStock)

RM.id  Rakyat Merdeka - Seorang sersan polisi di Inggris dipecat dan dilarang berkarier lagi di kepolisian setelah ketahuan mengakali sistem kerja dari rumah (Work From Home/WFH).

Melansir keterangan resmi Avon and Somerset Police, petugas yang dirahasiakan identitasnya dan disebut sebagai Sersan X itu, menggunakan sudut bingkai foto untuk menahan tombol laptop agar tetap tertekan.

Baca juga : Komisi VIII Ingin KPAI Diperkuat

 Cara tersebut membuat perangkat tidak masuk mode tidur, sehingga seolah-olah dia aktif bekerja. Aksi itu dilakukan pada sebagian besar sif kerjanya selama April dan Mei tahun lalu.

Adsense

Kecurangan terungkap setelah departemen standar profesional kepolisian menemukan data ketikan (keystrokes) yang tidak wajar. Jumlah ketikan Sersan X tercatat tiga hingga delapan kali lebih tinggi dibanding rekan-rekannya yang memiliki peran serupa.

Baca juga : Bayer Perkuat Ketahanan Pangan Lewat Peningkatan Produktivitas Jagung Di Jateng

Dalam pemeriksaan, yang bersangkutan mengakui perbuatannya. Dia berdalih sedang menghadapi persoalan pribadi, sehingga mencoba mempertahankan status aktif di sistem dengan cara tersebut.

Namun, sidang etik menyimpulkan tindakannya sebagai pelanggaran berat (gross misconduct). Sersan X pun diberhentikan tanpa pemberitahuan dan dilarang bekerja kembali di institusi kepolisian maupun lembaga penegak hukum lainnya.

Baca juga : Bungkam Genoa, Serigala Merah Menggeliat Lagi

Detektif Superintenden Larisa Hunt dari Avon and Somerset Police menyayangkan tindakan tersebut. Dia menegaskan, perilaku itu berpotensi mencoreng nama baik kepolisian sekaligus merusak kepercayaan publik.

“Kami memahami para petugas menghadapi tekanan dan beban kerja tinggi. Meski ada faktor yang meringankan, namun tidak dapat diterima seorang petugas bertindak secara sengaja dan menipu dengan menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan kepadanya,” ujarnya, dilansir Sky News.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense