Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Senayan menyayangkan berkurangnya anggaran Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) serta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Ini bertolak belakang dengan kebutuhan riil di tengah meningkatnya kasus kekerasan pada perempuan dan anak.
Anggota Komisi VIII Muhamad Abdul Azis Sefudin mengatakan, kondisi itu harus jadi perhatian serius, karena menyangkut masa depan bangsa. Pasalnya, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak bukan isu pinggiran, melainkan fondasi pembangunan manusia yang menentukan kualitas generasi mendatang.
Baca juga : Zulhas Optimistis Kopdes Penggerak Ekonomi Desa
“Sangat disayangkan karena setiap tahun angka kekerasan perempuan dan anak itu meningkat. Sedangkan anggaran Kementerian PPPA dan juga KPAI menurun tahun ini,” kata Azis dalam keterangannya, Selasa (27/1/2026).
Politikus PDIP itu menilai, penurunan anggaran berpotensi melemahkan kapasitas negara dalam melakukan pencegahan dan penanganan kekerasan. Di saat yang sama, persoalan ini tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan administratif semata.
Baca juga : KPK Periksa 10 Saksi, 6 Kades, 4 Dari Swasta
Dari data yang dimilikinya, kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak lagi hanya terjadi secara fisik, tapi juga telah merambah ruang digital. Perkembangan teknologi justru membuka ruang baru bagi pelaku kekerasan untuk menyasar korban secara lebih sistematis.
“Contoh hari ini banyak yang viral adalah child grooming dan juga kekerasan anak di digital. Di dapil saya, media sosial jadi ajang saling ejek antar sekolah,” ujar legislator Dapil Jabar III tersebut.
Baca juga : Yusril: Zona Integritas Bukan Cuma Seremonial
Dia mendorong kajian menyeluruh terkait lonjakan kasus kekerasan yang terjadi belakangan. Negara perlu memastikan, apakah peningkatan angka disebabkan oleh keterlambatan penanganan, lemahnya pencegahan, atau justru karena minimnya sosialisasi kebijakan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya