Sebelumnya
Meski demikian, klaim Trump bahwa Iran siap berunding berbanding terbalik dengan pernyataan pejabat Teheran yang menegaskan tidak sedang melakukan negosiasi dengan AS. Bahkan, Iran dilaporkan telah menolak proposal damai Washington yang mencakup tuntutan penghentian program nuklir dan pembatasan rudal balistik.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran Esmaeil Baghaei menegaskan hingga kini tidak ada negosiasi langsung antara Teheran dengan Washington. Namun dia mengakui adanya komunikasi tidak langsung melalui sejumlah negara mediator.
Menurut Baghaei, Iran menerima pesan dari AS yang menunjukkan keinginan untuk membuka perundingan demi mengakhiri konflik. Pesan tersebut disampaikan melalui negara-negara sahabat dan telah ditanggapi sesuai prinsip kebijakan Teheran.
Baca juga : Ujang Bey: Siapapun Yang Terpilih Harus Sesuai Aturan
“Kami belum melakukan pembicaraan dengan AS. Selama beberapa hari terakhir, pesan telah diterima dari sejumlah negara sahabat mengenai tuntutan AS untuk pembicaraan yang bertujuan mengakhiri perang,” tegasnya.
Dia juga menegaskan, dalam komunikasi tidak langsung tersebut, Iran menyampaikan peringatan keras kepada AS terkait potensi dampak serius jika terjadi serangan terhadap infrastruktur penting negara itu.
Perang Ikut Hancurkan Warisan Budaya
Di sisi lain, dampak perang kian meluas. Tak hanya korban jiwa, situs budaya pun ikut jadi korban.
Baca juga : Hadar Nafis Gumay: Yang Terpenting Itu Independen Dan Integritas
Otoritas Iran melaporkan, lebih dari 100 museum dan situs bersejarah rusak akibat serangan AS dan Israel.
“Setidaknya 120 museum dan situs budaya mengalami kerusakan serius,” kata Ahmad Alavi, pejabat Dewan Kota Teheran.
Beberapa di antaranya adalah Istana Golestan yang masuk daftar UNESCO, Istana Saadabad, Istana Marmer, hingga rumah Teymourtash yang dikenal sebagai Museum Perang. Provinsi Teheran menjadi wilayah paling terdampak. Puluhan situs bersejarah dilaporkan mengalami kerusakan berat hingga ringan. [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.