BREAKING NEWS
 

Diungkap Menlu Jerman, AS-Iran Bakal Ketemu Di Pakistan

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : SISWANTO
Minggu, 29 Maret 2026 07:40 WIB
Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul. (Foto: X/AussenMinDE)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tanda-tanda perdamaian di Timur Tengah mulai terlihat. Amerika Serikat (AS) dan Iran dikabarkan bersedia redakan pertempuran dan memilih jalur perundingan. Diungkap Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul, AS-Iran bakal bertemu di Pakistan. 

Johann menuturkan, komunikasi tidak langsung antara Washington dan Teheran sudah berlangsung dan berjalan baik. Kedua negara, kata dia, sama-sama sudah menyetujui untuk melakukan pertemuan langsung. 

“Sudah ada kontak tidak langsung. Persiapan pertemuan juga sudah dilakukan. Tampaknya akan segera terjadi di Pakistan,” kata Wadephul dalam wawancara dengan radio Deutschlandfunk, dikutip Reuters, Jumat (27/ 3/2026). 

Baca juga : Ujang Bey: Siapapun Yang Terpilih Harus Sesuai Aturan

Meski begitu, belum ada konfirmasi resmi dari AS maupun Iran terkait rencana pertemuan tersebut. Belakangan, Pakistan bersama Mesir dan Turki memang aktif menjadi mediator. Ketiganya menjembatani komunikasi antara AS dan Iran untuk meredakan konflik Timur Tengah yang memanas sejak akhir Februari. 

Pakistan dinilai punya posisi strategis. Negara ini disebut masih menjaga jalur komunikasi langsung dengan kedua pihak, sekaligus menjadi lokasi netral untuk perundingan damai. 

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim Iran kini memohon untuk mencapai kesepakatan damai setelah gelombang serangan militer intensif yang dilancarkan Washington sejak 28 Februari 2026. 

Baca juga : Hadar Nafis Gumay: Yang Terpenting Itu Independen Dan Integritas

Dalam pernyataannya pada rapat kabinet di Gedung Putih, Trump menegaskan bahwa operasi militer AS telah menghancurkan kemampuan pertahanan Iran pada level yang belum pernah terjadi sebelumnya. 

“Sekarang mereka ingin membuat kesepakatan. Mereka negosiator hebat, tapi petarung yang buruk,” ujar Trump, seperti dikutip dari BBC, Kamis (26/3/2026).

Pernyataan itu diperkuat oleh utusan khusus AS untuk Timur Tengah Steve Witkoff yang mengonfirmasi bahwa Washington telah mengirimkan kerangka proposal damai kepada Teheran. Dokumen tersebut berisi 15 poin rencana aksi yang disebut menjadi dasar potensi kesepakatan penghentian konflik. 

Adsense

Baca juga : DPR Minta Masyarakat Tenang Dan Tidak Membeli Berlebihan

Menurut Witkoff, proposal tersebut disalurkan melalui pemerintah Pakistan. Namun, ia menegaskan bahwa rincian isi dokumen tidak akan diungkap ke publik dan proses negosiasi tidak akan dilakukan melalui media. 

“Kami akan melihat ke mana arah ini berkembang, dan apakah kami bisa meyakinkan Iran bahwa ini adalah titik balik tanpa alternatif yang baik selain lebih banyak kematian dan kehancuran,” ujarnya. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense