Dark/Light Mode

Sejumlah Elemen Tolak Bupati Pimpin DPC

Dinamika PKB Sidoarjo Memanas Jelang Muscab

Minggu, 29 Maret 2026 06:40 WIB
Bupati Sidoarjo, Subandi. (Foto: Instagram/cakband1)
Bupati Sidoarjo, Subandi. (Foto: Instagram/cakband1)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dinamika internal Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kabupaten Sidoarjo, kian memanas jelang Musyawarah Cabang (Muscab) DPC PKB Sidoarjo. Sejumlah kader menolak rencana kembalinya Bupati Sidoarjo, Subandi, untuk memimpin partai, dengan alasan sudah tidak menjadi bagian partai, alias sudah dipecat.

Ketua Dewan Koordinasi Cabang (DKC) Garda Bangsa Kabupaten Sidoarjo, Wahyu Sejati menyatakan, pihaknya membantah sekaligus mengecam adanya klaim dukungan terhadap Subandi, yang mengatasnamakan Garda Bangsa. Dia menegaskan, dukungan itu tidak sah secara kelembagaan, dan dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. 

“Kami sangat menyayangkan adanya pihak yang membawa nama organisasi untuk kepentingan pribadi, untuk mendukung mantan kader yang sudah tidak lagi menjadi bagian partai. Tindakan itu menyesatkan publik, sekaligus merusak marwah organisasi,” ujar Wahyu, dalam keterangannya, dikutip Sabtu (28/3/2026). 

Sebelumnya, salah satu kader Garda Bangsa Kabupaten Sidoarjo, Moch Ali menyatakan mendukung Subandi untuk kembali memimpin DPC PKB Kabupaten Sidoarjo. Menurut Ali, Subandi merupakan sosok pemimpin yang mampu merangkul kader dan membawa dampak positif bagi struktur partai, khususnya di tingkat akar rumput. 

Baca juga : InJourney Airports Siaga 24 Jam Layani Maskapai

Melanjutkan keterangannya, Wahyu menjelaskan, Garda Bangsa memiliki mekanisme internal yang jelas dan tidak mentoleransi sikap politik di luar garis partai. Menurut dia, seluruh sikap resmi organisasi disalurkan melalui kanal yang sah, dan tegak lurus terhadap keputusan partai. 

“Itu termasuk dalam menentukan figur yang layak memimpin DPC PKB Sidoarjo ke depan. Kami hanya mendukung kader internal (partai), bukan mantan kader yang sudah keluar kemudian ingin kembali menahkodai partai,” cetusnya. 

Wahyu memastikan, pihaknya akan memberi sanksi tegas kepada seluruh kader atau pengurus, yang melanggar garis organisasi. “Garda Bangsa tidak akan memberi ruang bagi upaya memecah belah internal partai,” ucapnya. 

Terpisah, Ketua DPC Perempuan Bangsa Sidoarjo, Machmudatul Fatchiyah menilai, kepemimpinan Subandi tak menunjukkan capaian signifikan. Bahkan, PKB mengalami penurunan perolehan kursi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) di Pemilu Legislatif (Pileg) 2024. 

Baca juga : Senegal Tetap Arak Piala Afrika

“Dia juga belum meninggalkan legacy yang jelas, seperti gedung sekretariat partai, dan belum mampu menjaga keharmonisan pemerintahan di daerah,” ujarnya. 

Saat ini, sambung dia, kondisi politik di Sidoarjo masih carut marut. Karenanya, DPC PKB Kabupaten Sidoarjo membutuhkan figur baru yang lebih rendah hati, dekat dengan kader, dan memiliki kebijakan yang pro-rakyat. 

Sementara, Bupati Sidoarjo, Subandi membantah kabar yang menyatakan bahwa dirinya telah keluar dari PKB. Dia menegaskan masih menjadi bagian dari partai, dan siap membesarkan PKB Sidoarjo. 

Subandi mengklaim, sejumlah kiai dari PCNU dan MWCNU mendorong dirinya untuk kembali aktif di struktur DPC PKB Sidoarjo. Menurut dia, dukungan itu merupakan salah satu bentuk kepercayaan yang harus dijaga. 

Baca juga : Dewan Menanti Realisasi Proyek Waduk Pengantin

“Para kiai meminta saya kembali ke DPC PKB Sidoarjo. Ini amanah yang tentu harus saya pertimbangkan dengan baik,” ungkapnya. 

Subandi menambahkan, dinamika internal yang terjadi jelang pemilihan Ketua DPC PKB Kabupaten Sidoarjo merupakan hal wajar dalam demokrasi dan partai politik. “Intinya, keputusan akhir terkait kepemimpinan DPC PKB Sidoarjo berada di tangan Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB,” tandasnya. [KAL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.