BREAKING NEWS
 

Israel Dukung Penangguhan Serangan AS Terhadap Iran: Lebanon Tidak Termasuk

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Rabu, 8 April 2026 13:49 WIB
PM Israel Benjamin Netanyahu (Foto: X@netanyahu)

RM.id  Rakyat Merdeka - Israel mendukung keputusan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menangguhkan serangan terhadap Iran selama dua minggu. Dengan syarat, Iran segera membuka Selat Hormuz dan menghentikan semua serangan terhadap AS, Israel, dan negara-negara di wilayah tersebut.

Israel juga mendukung upaya AS untuk memastikan bahwa Iran tidak lagi menimbulkan ancaman nuklir, rudal, dan teror bagi Amerika, Israel, tetangga Arab Iran, dan dunia.

Namun, Israel menegaskan, ketentuan tersebut tidak berlaku di Lebanon.

"Amerika Serikat telah memberi tahu Israel bahwa mereka berkomitmen untuk mencapai tujuan-tujuan ini. Tujuan tersebut akan dibagikan AS, Israel, dan sekutu regional Israel, dalam negosiasi yang akan datang. Gencatan senjata dua minggu tidak termasuk Lebanon," tulis Kantor Perdana Menteri Israel @IsraeliPM, Rabu (8/4/2026).

Baca juga : Trump Tangguhkan Serangan ke Iran 2 Minggu, Asalkan Selat Hormuz Dibuka

Penangguhan serangan selama dua minggu terhadap Iran, disampaikan Trump lewat postingan Truth Social.

"Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir dari Pakistan meminta agar saya menahan kekuatan destruktif yang akan dikerahkan malam ini ke Iran. Jika Republik Islam Iran menyetujui PEMBUKAAN Selat Hormuz secara SEPENUHNYA, SEGERA, dan AMAN, saya setuju menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama periode dua minggu. Ini akan menjadi GENCATAN SENJATA dua arah!" tulis Trump, Selasa (7/4/2026).

Adsense

"Alasan untuk melakukan hal ini adalah karena kami telah memenuhi dan bahkan melampaui semua tujuan militer. Kami sudah sangat jauh dalam proses menuju kesepakatan definitif terkait PERDAMAIAN jangka panjang dengan Iran, serta PERDAMAIAN di Timur Tengah," imbuhnya.

Trump membeberkan, pihaknya telah menerima proposal 10 poin dari Iran. Dia meyakini, proposal tersebut merupakan dasar yang dapat dijalankan untuk negosiasi.

Baca juga : Israel Peringatkan Warga Iran: Jangan Bepergian Naik Kereta Api

"Hampir semua poin perselisihan di masa lalu telah disepakati antara Amerika Serikat dan Iran, namun periode dua minggu ini akan memungkinkan kesepakatan tersebut untuk difinalisasi dan diselesaikan," ujar Trump.

Respons Iran

Iran menyatakan siap mengakhiri operasi pertahanan, jika AS dan Israel menghentikan serangan terhadap negara tersebut. Mengenai pembukaan Selat Hormuz yang dijadikan syarat gencatan senjata oleh Trump, Iran mengatakan hal itu dimungkinkan melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran, dengan pertimbangan keterbatasan teknis.

"Jika serangan terhadap Iran dihentikan, Angkatan Bersenjata kami yang kuat akan menghentikan operasi pertahanan mereka. Untuk jangka waktu dua minggu, perjalanan yang aman melalui Selat Hormuz akan dimungkinkan melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran, dengan pertimbangan keterbatasan teknis," papar Araghchi dalam pernyataan resmi bertanggal 7 April 2026, yang mengatasnamakan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.

Berikut rincian proposal 10 poin Iran, yang diyakini Trump dapat menjadi dasar negosiasi berikutnya:  

1. AS harus berkomitmen, pada prinsipnya, untuk menjamin non-agresi

2. Kontrol Iran yang berkelanjutan atas Selat Hormuz

3. Hak pengayaan uranium Iran harus diterima

4. Pencabutan semua sanksi utama

5. Pencabutan semua sanksi sekunder

6. Pengakhiran semua resolusi Dewan Keamanan PBB

7. Pengakhiran semua resolusi Dewan Gubernur Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA)

8. Pembayaran kompensasi atas kerusakan yang ditimbulkan terhadap Iran

9. Penarikan pasukan tempur AS dari kawasan tersebut

10. Penghentian perang di semua front, termasuk melawan perlawanan Islam yang heroik di Lebanon

 

Baca juga : Prabowo Kecam Serangan Terhadap 3 TNI di Lebanon

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense