Dark/Light Mode

Trump Tangguhkan Serangan ke Iran 2 Minggu, Asalkan Selat Hormuz Dibuka

Rabu, 8 April 2026 06:51 WIB
Presiden AS Donald Trump (Foto: Instagram)
Presiden AS Donald Trump (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menarik ancamannya untuk memusnahkan peradaban dalam semalam, jika Iran bersedia membuka Selat Hormuz, yang merupakan jalur distribusi penting bagi pasokan energi global.

Trump telah berulang kali melontarkan ancaman untuk menggempur pembangkit listrik dan infrastruktur penting Iran, jika negara tersebut tidak mau membuka Selat Hormuz dalam batas waktu yang dia tentukan. 

Dalam postingan Truth Social terbarunya yang dikutip Rabu (8/4/2026), Trump menyebut AS menangguhkan serangan terhadap Iran selama dua minggu, jika syarat itu terpenuhi.

Baca juga : Trump Ancam Habisi Iran Dalam Semalam, IRGC: Itu Cuma Delusi

"Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir dari Pakistan meminta agar saya menahan kekuatan destruktif yang akan dikerahkan malam ini ke Iran. Jika Republik Islam Iran menyetujui PEMBUKAAN Selat Hormuz secara SEPENUHNYA, SEGERA, dan AMAN, saya setuju menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama periode dua minggu. Ini akan menjadi GENCATAN SENJATA dua arah!" tulis Trump, Selasa (7/4/2026).

"Alasan untuk melakukan hal ini adalah karena kami telah memenuhi dan bahkan melampaui semua tujuan militer. Kami sudah sangat jauh dalam proses menuju kesepakatan definitif terkait PERDAMAIAN jangka panjang dengan Iran, serta PERDAMAIAN di Timur Tengah," imbuhnya.

Trump membeberkan, pihaknya telah menerima proposal 10 poin dari Iran. Dia meyakini, proposal tersebut merupakan dasar yang dapat dijalankan untuk negosiasi.

Baca juga : Tebar Ancaman Soal Selat Hormuz, Gertakan Trump Dicuekin Iran

"Hampir semua poin perselisihan di masa lalu telah disepakati antara Amerika Serikat dan Iran, namun periode dua minggu ini akan memungkinkan kesepakatan tersebut untuk difinalisasi dan diselesaikan," ujar Trump.

Respons Iran 

Dalam postingan berikutnya, Trump memajang pernyataan resmi Iran bertanggal 7 April 2026, yang mengungkap rencana pembukaan Selat Hormuz.

"Perjalanan yang aman melalui Selat Hormuz akan dimungkinkan melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran, dengan pertimbangan keterbatasan teknis," ujar Araghchi, dalam pernyataan atas nama Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Republik Islam Iran yang diposting di platform X miliknya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.