Dark/Light Mode

Israel Peringatkan Warga Iran: Jangan Bepergian Naik Kereta Api

Selasa, 7 April 2026 16:45 WIB
Ilustrasi perjalanan kereta api di Iran. (Foto: Pexels)
Ilustrasi perjalanan kereta api di Iran. (Foto: Pexels)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyampaikan peringatan mendesak kepada masyarakat Iran, agar tidak bepergian dengan kereta api, Selasa (7/4/2026) pagi. Peringatan tersebut mengisyaratkan serangan udara Israel, yang akan segera terjadi di jaringan kereta api Iran.

"Warga yang terhormat, demi keamanan Anda, kami mohon agar mulai saat ini hingga pukul 21.00 waktu Iran, Anda menahan diri untuk tidak menggunakan dan bepergian dengan kereta api di seluruh Iran. Kehadiran Anda di kereta api dan dekat jalur kereta api membahayakan hidup Anda," tulis IDF Farsi via X, Selasa (7/4/2026).

Namun, postingan berbahasa Persia ini tampaknya hanya akan dilihat oleh sedikit orang, mengingat pemadaman internet di Iran telah terjadi selama berminggu-minggu.

Baca juga : AS-Iran Kembali Bahas Perdamaian, Semoga Perang Segera Berakhir

Mengutip BBC, kereta api Iran sangat luas dan membentang di seluruh negeri. Hampir pasti, masyarakat setempat bepergian dengan kereta api pagi ini. Setidaknya, berada di dekat stasiun atau jalur kereta api.

Semalam, Israel melakukan beberapa serangan udara di Iran. "Infrastruktur rezim" digambarkan sebagai targetnya.

Dalam konferensi pers di Gedung Putih pada Senin (6/4/2026), Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan menghancurkan infrastruktur sipil Iran, jika negara tersebut tidak mau membuka penuh Selat Hormuz, selambatnya Selasa (7/4/2026) pukul 8 malam waktu Teheran. 

Baca juga : Seruan Penjatuhan Kekuasaan: Ujian antara Kritik dan Makar

PBB memperingatkan, serangan udara di Iran telah menyebabkan jatuhnya korban sipil dan kerusakan luas pada rumah, sekolah, dan fasilitas kesehatan. Serangan terhadap infrastruktur penting telah mengganggu layanan dasar.

Data Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) menyebutkan, lebih dari 3.500 orang tewas di Iran sejak serangan AS-Israel dimulai pada 28 Februari 2026.  Termasuk, sedikitnya 1.665 warga sipil.

Info terbaru menyebutkan, total 49 warga sipil tewas pada Senin (6/4/2026) malam, dan 58 lainnya terluka. "Periode 24 jam ini menandai tingkat serangan tertinggi dalam 10 hari terakhir", demikian keterangan tersebut. 

Baca juga : Soal Peran RI Di BoP, KH. Zaitun Rasmin: Jangan Tutup Peluang Kebaikan

Serangan besar terjadi di seluruh negeri Iran pada Senin (6/4/2026), termasuk di sebuah gedung perumahan di Baharestan, Universitas Sharif Teheran, dan sebuah pabrik petrokimia di Asaluyeh, di provinsi Bushehr selatan.

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.