BREAKING NEWS
 

Dubes Muhsin Syihab Gagas Kerja Sama Middle Power Dengan Kalangan Think Tank

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Selasa, 14 April 2026 05:55 WIB
Duta Besar Indonesia untuk Kanada Muhsin Syihab (kedua kanan) bericara dalam forum diskusi antara BSKLN Kemlu dan Think Tank Kanada, Kamis (9/4/2026). (KBRI Ottawa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia melalui Badan Strategi Kebijakan Luar Negeri (BSKLN) Kementerian Luar Negeri (Kemlu), menggagas penguatan kerja sama middle power bersama kalangan think tank Kanada di tengah dinamika global.

Inisiatif ini mengemuka dalam forum Roundtable Policy Dialogue (RPD) yang digelar Kedutaaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Ottawa bekerja sama dengan BSKLN Kemlu di Ottawa, Kamis (9/4/2026). Forum tersebut menjadi ajang pertukaran pandangan strategis antara Indonesia dan para pemikir kebijakan di Kanada, terkait perkembangan geopolitik dan geoekonomi global.

Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Kanada Muhsin Syihab mengatakan, momentum ini sangat tepat untuk mendorong hubungan Indonesia–Kanada ke tingkat yang lebih konkret dan strategis. Terutama memperkuat posisi kedua negara di kawasan Indo-Pasifik.

Baca juga : Dubes Australia Rod Brazier Gali Potensi Kerja Sama Di Palembang

“Ini saat yang tepat membawa hubungan Indonesia dan Kanada ke level yang lebih maju dan re levan. Tidak hanya secara politik, tapi juga dalam kerja sama ekonomi jangka panjang,” ujarnya dalam keterangan tertu￾lis, Sabtu (11/4/2026).

Adsense

Kepala BSKLN Kemlu Muhammad Takdir menegaskan, Indonesia memandang peran middle power semakin penting dalam menjaga stabilitas global. Menurutnya, kerja sama ini bukan untuk menyaingi negara besar. Melainkan untuk menciptakan keseimbangan dan mendorong solusi yang inklusif.

“Indonesia memiliki DNA sebagai bridge builder yang mengedepankan kerja sama multilateral dan stabilitas global. Dalam konteks ini, Kanada merupakan mitra strategis,” ujarnya.

Baca juga : Dubes Iran Mohammad Boroujerdi Nikmati CFD, Berbaur Dengan Warga Jakarta

Dari sisi Kanada, kalangan think tank menilai, terdapat peluang besar untuk memperkuat kemitraan dengan Indonesia. Perubahan arah kebijakan global dan kebutuhan diversifikasi mitra membuka ruang kerja sama yang lebih luas, khususnya di kawasan Indo-Pasifik.

Forum ini juga membahas sejumlah sektor potensial yang dapat dikembangkan bersama. Mulai dari mineral kritis, maritim, energi panas bumi, hingga teknologi dan pengembangan sumber daya manusia melalui kolaborasi pendidikan.

Selain itu, percepatan implementasi Indonesia–Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA) dinilai penting untuk mendorong arus perdagangan dan investasi kedua negara.

Baca juga : BGN Kerja Sama dengan Kejagung, Pengawasan MBG Kini Makin Ketat

Para peserta menilai, sinergi antara Indonesia dan Kanada sebagai negara middle power dapat menjadi kekuatan baru dalam membangun tatanan global yang lebih stabil, inklusif dan berorien tasi pada solusi. Melalui dialog, Indonesia dan Kanada diharapkan dapat memperkuat kerja sama yang lebih konkret dan berdampak nyata. Hal ini sejalan dengan momentum 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara pada 2027. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense