Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Dubes Muhsin Syihab Fasilitasi Transaksi Ekspor Makanan Olahan
Sabtu, 14 Maret 2026 04:44 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kedutaab Besar Republik Indonesia (KBRI) di Ottawa bersama Kementerian Perdagangan dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia, memfasilitasi transaksi ekspor makanan olahan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) senilai 92 ribu dolar AS atau sekitar Rp 1,5 miliar ke pasar Kanada.
Kesepakatan kerja sama teranyar ini dicapai melalui penandatanganan lima kontrak purchase order dan satu Nota Kesepahaman secara virtual, antara sejumlah UMKM kuliner Indonesia dan importir Kanada, Exotique Foods, milik diaspora Indonesia pada Rabu (11/3/2026).
“KBRI Ottawa terus mendorong kolaborasi strategis pemangku kepentingan Indonesia dan Kanada untuk meningkatkan ekspor produk Nusantara,” terang Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Kanada Muhsin Syihab dalam pernyataan tertulisnya, Kamis (12/3/2026).
Baca juga : Dubes Muhsin Syihab Dukung Keikutsertaan RI Dalam PDAC 2026
Produk yang akan dikirim meliputi tempe siap saji, gula kelapa dan gula aren, permen jahe, bawang goreng, keripik buah, serta pasta bebas gluten melalui kontrak ekspor tersebut tahun ini.
Dubes Muhsin mengapresiasi peran Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) dalam memperkuat ekosistem ekspor nasional melalui pembiayaan dan memfasilitasi pelaku usaha, guna mendorong peningkatan ekspor produk Indonesia ke Kanada secara berkelanjutan.
Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) Miftah Farid mengatakan, karakter pasar Kanada yang multikultural membuka peluang besar bagi produk Indonesia. Terutama makanan dan minuman olahan dari pelaku usaha nasional.
Baca juga : Bank Aladin Syariah Salurkan Beasiswa Untuk Mahasiswa Terdampak Bencana Sumatera
Menurutnya, ekspor makanan dan minuman olahan Indonesia ke Kanada meningkat dari 56,4 juta dolar AS pada 2023 menjadi 116,7 juta dolar AS pada 2025, atau naik sekitar 106,8 persen dalam dua tahun terakhir.
Atase Perdagangan KBRI Ottawa Mahdewi Silky menambahkan, permintaan pasar Kanada terhadap produk Indonesia, baik makanan, minuman, maupun manufaktur, menunjukkan potensi yang sangat menjanjikan bagi peningkatan ekspor Indonesia ke negara tersebut
Namun Silky menekankan, sejumlah persyaratan harus dipenuhi eksportir Indonesia agar produk dapat masuk pasar Kanada. Terutama terkait standar keamanan pangan, sertifikasi, serta kesiapan sistem logistik dalam proses distribusi dan pemasaran internasional.
Baca juga : Wamenperin Dorong Hilirisasi Industri Makanan dan Minuman
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya