Sebelumnya
Kehadiran Rubio yang merupakan top diplomat dan penasihat keamanan nasional, mencerminkan bahwa Trump memprioritaskan kedua negara tersebut ada kemajuan menuju perdamaian. Trump bahkan mendesak Israel menghentikan serangan ke Lebanon, yang berpotensi merusak gencatan senjata dengan Iran.
Rubio mengakui pertemuan awal ini belum akan menyelesaikan semua persoalan. Namun, dia berharap langkah tersebut menjadi fondasi bagi proses damai ke depan.
Hal senada disampaikan Leiter, yang menyebut pertemuan ini sebagai peluang langka setelah 43 tahun kedua negara tidak duduk bersama.
Baca juga : Syifa Hadju, Susah Tidur Jelang Nikah
Pemerintahan Lebanon di bawah kepemimpinan Presiden Joseph Aoun dan Perdana Menteri Nawaf Salam, tetap mendorong dialog dengan Israel, meski mendapat penolakan dari Hizbullah. Pemerintah berharap, perundingan dapat mengakhiri penderitaan rakyat, namun langkah ini juga memicu ketegangan di dalam negeri.
Upaya pelucutan senjata Hizbullah berisiko memicu konflik internal, mengingat sejarah perang saudara Lebanon pada 1975–1990. Tekanan serupa pada 2008 bahkan sempat memicu bentrokan bersenjata.
Pemimpin Hizbullah Naim Qassem menolak keras perundingan dan menyerukan agar negosiasi dibatalkan, sembari menegaskan perlawanan terhadap Israel akan terus berlanjut.
Baca juga : Di Tengah Konflik Timur Tengah, Investor Global Percaya Fundamental Ekonomi RI
Konflik ini juga berdampak pada misi penjaga perdamaian PBB di Lebanon (United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL). Tercatat tiga personel asal Indonesia gugur dalam periode Maret–April 2026 akibat serangan Israel.
Saat ini, militer Israel masih menduduki Lebanon selatan dan menolak gencatan senjata hingga Hizbullah dilucuti. Wilayah sekitar Sungai Litani dan Provinsi Nabatieh menjadi titik utama operasi militer.
Sementara, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar menyatakan, pihaknya menginginkan perdamaian dan normalisasi hubungan dengan Lebanon. Namun, dia menegaskan, Hizbullah tetap menjadi persoalan utama yang harus diselesaikan. MEL
Baca juga : Tentang Perang, Paus Leo Tak Takut Trump
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Kamis, 16 April 2026 dengan judul "Dicomblangi Menhan AS Israel-Lebanon Duduk Satu Meja Usai 43 Tahun Musuhan"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.