RM.id Rakyat Merdeka - Kantor Cabang Biro Investigasi Federal (FBI) di Atlanta dan Kepolisian Nasional Republik Indonesia (Polri) berhasil menyelesaikan penyelidikan bersama yang berlangsung selama beberapa tahun, yang berujung pada operasi pembongkaran jaringan phishing global yang canggih.
Penyelidikan siber bersama yang pertama kali antara Amerika Serikat (AS) dan Indonesia ini secara khusus menargetkan pengembang perangkat phishing terkenal “W3LL”. Pengumuman operasi tersebut diungkapkan dalam konferensi pers di Direktorat Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri di Jakarta, Rabu (22/4/2026).
“Ini bukan sekadar phishing, ini adalah platform kejahatan siber yang lengkap. Dan kami akan terus bekerja sama dengan mitra penegak hukum dalam dan luar negeri, menggunakan semua alat yang tersedia untuk melindungi masyarakat,” jelas Kepala Agen Khusus FBI Atlanta Marlo Graham.
Perwakilan FBI Robert Lafferty menambahkan, keberhasilan operasi ini berkat kerja sama yang terkoordinasi antara penyidik siber dari FBI Atlanta, Bareskrim Polri, dan Kepolisian Nusa Tenggara Timur (Kupang).
Baca juga : BRILink Agen Perempuan di Palembang Naik Kelas, Layani Ribuan Transaksi Keuangan
“Sementara FBI memantau jejak digital dan melacak aliran dana di Amerika Serikat, Polri melakukan operasi lapangan yang krusial untuk melacak dalang operasi tersebut dan mengumpulkan bukti digital yang penting," imbuhnya.
Menurut keterangan pers Kedutaan Besar AS di Jakarta, Kamis (23/4/2026), Negeri Paman Sam itu sangat berterima kasih kepada Kepolisian Republik Indonesia atas keahlian dan komitmennya dalam upaya bersama ini.
Operasi tersebut berhasil mengamankan tersangka pengembang yang diidentifikasi Polri sebagai GL. Polri juga melaksanakan surat perintah penggeledahan.
Dari penggeledahan tersebut, petugas menyita aset dan perangkat keras yang berisi bukti terkait ribuan target di seluruh dunia.
Baca juga : Hadapi Tantangan Global, Prabowo Kumpulkan Pejabat Negara
Infrastruktur phishing tersebut didukung oleh sebuah pasar daring yang dikenal sebagai W3LLSTORE. Antara 2019 dan 2023, pusat perdagangan ini memfasilitasi penjualan lebih dari 25.000 akun yang diretas dan akses sistem tanpa izin.
Hanya pada periode 2023 hingga 2024, perangkat phishing tersebut digunakan untuk menargetkan lebih dari 17.000 korban di hampir setiap benua.
Secara total, pengembang perangkat phishing W3LL memfasilitasi pencurian ribuan kredensial akun dan mencoba melakukan transaksi penipuan senilai lebih dari 20 juta dolar AS (Rp sekitar 350 miliar) di seluruh dunia.
Sebagai informasi, phishing adalah jenis penipuan online yang bertujuan mencuri data sensitif seperti username, password, nomor kartu kredit, atau kode OTP (One-Time Password) dengan cara menyamar sebagai pihak yang terpercaya (misalnya bank, layanan email, atau media sosial).
Baca juga : Lawan Persija, Bhayangkara Minus 2 Pemain Asing Andalan
Biasanya pelaku phishing mengirim email palsu atau pesan WhatsApp/SMS atau tautan (link) ke situs tiruan. Kalau korban memasukkan datanya di situs palsu itu, informasi tersebut langsung dicuri.
Sedangkan W3LL (sering ditulis W3LL phishing kit) adalah salah satu alat atau paket software yang dipakai pelaku kejahatan siber untuk membuat halaman phishing secara massal dan lebih meyakinkan. Dengan alat ini, pelaku bisa meniru tampilan login layanan populer (misalnya Microsoft atau email) untuk menjebak korban.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.