RM.id Rakyat Merdeka - Kapal induk terbesar di dunia milik Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Gerald R Ford, dijadwalkan kembali ke pangkalan asalnya di Virginia pada pertengahan Mei 2026.
Kepulangan armada raksasa ini sekaligus mengakhiri masa penugasan bersejarah lebih dari 300 hari yang diwarnai dengan operasi penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro hingga insiden kebakaran di tengah laut.
Dua pejabat AS yang enggan disebutkan namanya memastikan bahwa kapal tersebut akan segera ditarik dari operasi militer melawan Iran dalam beberapa hari ke depan. Menjalani misi sejak bertolak dari Pangkalan Angkatan Laut Norfolk pada Juni 2025, kapal ini telah melaut selama hampir 10 bulan.
Catatan waktu tersebut membuat USS Gerald R Ford resmi memecahkan rekor penugasan terlama kapal induk AS di era pasca-Perang Vietnam.
Baca juga : Persebaya Dikejar Waktu: Tak Ideal Jelang Hadapi PSBS
Pada hari ke-295 melaut, armada ini sukses melampaui pencapaian 294 hari milik USS Abraham Lincoln pada 2020 lalu, meski masih berada di bawah rekor era Perang Dingin milik USS Nimitz dan USS Midway.
Perjalanan USS Gerald R Ford mencatatkan rute operasional yang sangat dinamis. Awalnya disiagakan di Laut Mediterania, kapal ini kemudian dialihkan ke Laut Karibia pada bulan Oktober untuk mendukung operasi militer AS yang berujung pada penangkapan Nicolas Maduro.
Seiring memanasnya eskalasi di Timur Tengah, kapal ini lantas diperintahkan melintasi Terusan Suez menuju Laut Merah guna bergabung dalam pertempuran melawan Iran.
Di tengah misi krusial tersebut, operasional armada sempat terhambat akibat insiden kebakaran yang terjadi di ruang cuci. Insiden ini memaksa USS Gerald R Ford harus kembali ke wilayah Mediterania untuk menjalani perbaikan, yang berimbas pada hilangnya tempat tidur bagi ratusan pelaut untuk sementara waktu.
Baca juga : Kementan Terus Stabilkan Harga Cabe Dan Bawang Merah Jelang Lebaran
Masa penugasan yang sangat panjang ini menuai sorotan, terutama terkait kekhawatiran akan kondisi psikologis para awak serta kesiapan teknis kapal. Isu tersebut dibahas secara khusus dalam sidang Komite Angkatan Bersenjata DPR AS pada Rabu (29/4).
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menegaskan bahwa pihaknya terus berkoordinasi secara intensif dengan Angkatan Laut terkait perawatan armada tempur tersebut.
"Berkali-kali kebutuhan operasional menuntut aset tambahan secara real-time, yang setelah melalui proses pengambilan keputusan sulit menyebabkan perpanjangan masa tugas kapal," jelas Hegseth.
Meski USS Gerald R Ford segera mengakhiri misinya, penarikan ini tidak menyurutkan pengerahan militer AS di Timur Tengah. Menyikapi ketegangan dengan Teheran, kehadiran militer AS di kawasan tersebut justru dipertahankan pada level tertinggi sejak 2003.
Baca juga : Pakar Termal Ungkap Bahaya Insinerator Mini Bagi Kesehatan
Dengan merapatnya USS George HW Bush pada pekan lalu, AS kini menyiagakan tiga kapal induk secara bersamaan di wilayah tersebut, termasuk USS Abraham Lincoln yang telah bersiaga sejak Januari.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.