BREAKING NEWS
 

NASA Perbarui Jadwal Misi ISS 2026: Cek Perubahan Misi SpaceX Dan Boeing

Reporter & Editor :
MELLANI EKA MAHAYANA
Minggu, 3 Mei 2026 21:00 WIB
National Aeronautics and Space Administration (NASA) atau Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional milik Amerika Serikat (AS) yang didirikan pada 1958 untuk mengelola program antariksa sipil, penelitian aeronautika, dan eksplorasi luar angkasa. (Foto NASA)

RM.id  Rakyat Merdeka - NASA (National Aeronautics and Space Administration), lembaga antariksa Amerika Serikat (AS) bersama mitra internasionalnya tengah melakukan penyesuaian jadwal penerbangan menuju International Space Station (ISS) untuk tahun 2026. Penyesuaian tersebut dilakukan setelah evaluasi menyeluruh terhadap rencana penerbangan.

Mengutip laman resmi NASA, Minggu 3 Mei 2026, program tersebut guna menyelaraskan aspek perencanaan misi, logistik, serta waktu peluncuran. Tujuannya yakni demi mendukung operasional stasiun luar angkasa tersebut.

Jadwal baru tersebut meliputi: Misi SpaceX Commercial Resupply Services-34 dijadwalkan mengirimkan sekitar 6.400 pon kargo dan muatan ilmiah pada 12 Mei mendatang.

Baca juga : Mudik Lebaran 2026, Chery Siagakan 22 Bengkel Dan Diskon Servis

Sebulan kemudian, misi Soyuz MS-29 akan membawa astronaut NASA, Anil Menon, bersama dua kosmonaut Rusia Roscosmos Pyotr Dubrov dan Anna Kikina. Misi jangka panjang di stasiun luar angkasa (ISS/International Space Station) ini dijadwalkan 14 Juli nanti.

Adsense

Pada pertengahan September, misi SpaceX Crew-13 dimajukan dari jadwal semula pada November 2026, untuk meningkatkan frekuensi rotasi kru AS di ISS.

Pada musim gugur, SpaceX Commercial Resupply Services-35 ditargetkan mengirimkan lebih dari 7.200 pon (sekitar 3.265 kg) kargo dan muatan, termasuk panel surya, International Space Station Roll Out Solar Arrays atau teknologi iROSA dari Space Launch Complex 40, di Cape Canaveral, Florida, AS.

Baca juga : Enam Penerima Beasiswa DPM Ikuti Pembekalan, Siap Berangkat Ke China

Pada periode gugur hingga musim dingin, misi Northrop Grumman Commercial Resupply Services-25 membawa 11 ribu pon kargo tambahan dari Space Launch Complex 40. 

Untuk peluang peluncuran misi kargo tanpa awak Boeing Starliner-1 masih dalam tahap peninjauan, sementara tim terus berupaya menyelesaikan masalah teknis yang ditemukan selama Uji Coba Penerbangan Berawak (Crew Flight Test) pada tahun 2024.

"NASA akan mengkaji ulang operasi dan melakukan penyesuaian di masa mendatang, jika diperlukan, untuk mendukung kebutuhan stasiun luar angkasa, keselamatan awak, serta memaksimalkan kemampuan ilmiah di laboratorium orbit tersebut," pernyataan NASA.

Baca juga : UPH Gelar Seminar Nasional 2026 Dorong Peran Keluarga Bagi Persatuan Bangsa

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense