Dark/Light Mode

UPH Gelar Seminar Nasional 2026 Dorong Peran Keluarga Bagi Persatuan Bangsa

Rabu, 4 Februari 2026 12:02 WIB
Universitas Pelita Harapan (UPH) dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Seminar Nasional 2026, di Auditorium Grand Chapel, Kampus Utama UPH Lippo Village, Tangerang, Selasa (3/2/2026). (Foto: Dok. UPH)
Universitas Pelita Harapan (UPH) dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Seminar Nasional 2026, di Auditorium Grand Chapel, Kampus Utama UPH Lippo Village, Tangerang, Selasa (3/2/2026). (Foto: Dok. UPH)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah dinamika sosial, pergeseran nilai, serta tantangan ketahanan keluarga yang semakin kompleks di Indonesia, penguatan peran keluarga menjadi isu strategis bagi persatuan bangsa.

Kesadaran inilah yang melandasi rangkaian Natal Nasional 2025 yang mengangkat tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga – Matius 1:21–24”.

Melalui tema tersebut, masyarakat diajak merefleksikan kembali keluarga sebagai ruang pertama pembentukan nilai kasih, toleransi, dan kemanusiaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Sebagai bagian dari rangkaian tersebut, Universitas Pelita Harapan (UPH) dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Seminar Nasional 2026, di Auditorium Grand Chapel, Kampus Utama UPH Lippo Village, Tangerang, Selasa (3/2/2026).

Sebelumnya, rangkaian Natal Nasional 2025 telah berlangsung sejak Desember 2025 di sembilan kota di Indonesia, yakni Jakarta, Bandung, Medan, Manado, Palangkaraya, Ruteng, Ambon, Toraja, dan Merauke.

Tak hanya menjadi ruang refleksi iman dan kebangsaan, rangkaian ini juga diwujudkan melalui aksi nyata, mulai dari bakti sosial, bantuan bagi korban bencana, pemberian beasiswa, perbaikan gereja, hingga penyediaan ambulans di berbagai daerah.

Seminar Nasional 2026 di UPH diikuti lebih dari 2.000 peserta yang hadir secara luring di lokasi kegiatan dan daring melalui siaran langsung YouTube, yang menjangkau UPH Kampus Medan dan Kampus Surabaya.

Para peserta berasal dari beragam latar belakang, meliputi civitas academica UPH, siswa dan guru Sekolah Lentera Harapan (SLH) Gunung Moria dan Curug, serta Sekolah Dian Harapan (SDH) Lippo Village, hingga keluarga besar Lippo Group, media, dan masyarakat umum.

Baca juga : Gelar Jakarta Youth Film Festival 2026, DKI Didorong Jadi Kota Sinema

Dalam sambutannya, Dr. (Hon.) Jonathan L. Parapak., selaku Rektor UPH, menekankan, bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam membangun kehidupan, termasuk dalam hal pendidikan.

"Melalui pendidikan, keluarga merupakan ruang pertama pembentukan karakter, nilai, dan iman yang menuntun setiap anggotanya untuk bertumbuh secara utuh dan bertanggung jawab di tengah masyarakat," ujar Jonathan.

Ia berharap agar semangat Natal dapat dirasakan dan dihidupi oleh keluarga-keluarga di berbagai daerah.

“Melalui pendidikan, UPH ingin terus mengambil peran sebagai alat Tuhan untuk membawa harapan dan dampak positif bagi bangsa,” ucap Jonathan.

Sambutan turut disampaikan Maruarar Sirait, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia (RI), sekaligus Ketua Umum Panitia Natal Nasional 2025.

Ia menegaskan pentingnya membangun Indonesia melalui langkah-langkah nyata yang berpihak pada kebenaran, keadilan, dan kesejahteraan bersama.

“Komitmen tersebut kami wujudkan melalui berbagai inisiatif sosial sepanjang rangkaian Natal Nasional 2025, mulai dari pembagian seribu paket pendidikan senilai Rp10 juta per penerima di berbagai daerah, renovasi 100 gereja, penyaluran 20 ribu paket sembako di 10 wilayah Indonesia," ujar Maruarar.

Ia memambahkan, pembangunan dua jembatan di Papua, distribusi 30 ribu Alkitab ke seluruh Indonesia, hingga bantuan bagi para korban bencana alam.

Baca juga : KKK Gelar Perayaan Natal & Kunci Taong 2026, Perkuat Iman dan Akar Budaya

Menutup sambutannya, Maruarar menyampaikan harapannya akan lahirnya generasi baru yang berani memperjuangkan kebenaran dan keadilan.

“Semoga kita semua bisa menjadi anak-anak Tuhan yang menegakkan kebenaran dan keadilan, apa pun risikonya,” pungkasnya.

Setelah rangkaian sambutan, acara dilanjutkan dengan penyerahan lima unit ambulans secara simbolis. Ambulans tersebut disponsori penuh oleh PT Astra International Tbk dan diserahkan kepada lima lembaga lintas agama, yakni Masjid Istiqlal, Pos Pelayanan HKBP Perum Green Cikarang, Keuskupan Bogor, Yayasan Graha Yadnya, dan Yayasan Jejak Peduli. Dengan penyerahan ini, total bantuan ambulans yang disalurkan oleh Panitia Natal Nasional 2025 mencapai 35 unit.

Refleksi Peran Keluarga, Iman, dan Pendidikan untuk Persatuan Bangsa Seminar Nasional 2026 menghadirkan dua narasumber inspiratif, yakni Prof. Brian Yuliarto, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI; serta Dr. (H.C.) James T. Riady, Pendiri Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH).

Keduanya mengajak peserta merefleksikan peran strategis keluarga, iman, dan pendidikan sebagai fondasi pembentukan manusia Indonesia yang utuh dan berdaya saing, sekaligus perekat persatuan bangsa di tengah perubahan zaman.

Dalam paparannya, Prof. Brian menegaskan bahwa pendidikan memegang peranan krusial dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul.

Menurutnya, penguasaan teknologi kini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendasar yang harus dimiliki generasi masa depan.

“Pendidik merupakan garda terdepan dalam proses pembentukan kualitas SDM, karena dari tangan merekalah lahir generasi yang siap menghadapi tantangan zaman," ujar Prof. Brian.

Baca juga : Thailand Masters 2026, Leo/Bagas Selebrasi Juara Banting Raket

Menurutnya, pendidikan yang dikelola dengan baik akan menjadi fondasi kuat dalam menciptakan SDM yang adaptif, kompeten, dan berdaya saing.

Sementara itu, Dr. James secara terbuka membagikan perjalanan pribadinya ketika ia menyadari bahwa hidup tidak semata-mata diukur dari pencapaian dan reputasi, melainkan dari kesediaannya untuk memenangkan hati keluarganya.

Dari perenungan tersebut, ia menyadari bahwa perubahan sejati harus dimulai dari pembaruan diri, dengan menjalani hidup yang berbeda, lebih bertanggung jawab, dan berakar pada kebenaran yang memerdekakan.

“Bangsa yang kuat lahir dari keluarga yang kuat. Ketika relasi keluarga sedang tidak baik, itu bukan akhir dari segalanya. Jangan kehilangan harapan, karena setiap keadaan sulit selalu membuka kesempatan untuk pemulihan,” ujar James.

Lebih lanjut Pdt. Prof. Binsar Jonathan Pakpahan, selaku Koordinator Seminar Nasional 2026 menegaskan bahwa keluarga memegang peranan utama dalam pembentukan karakter dan kekuatan iman seseorang.

Berangkat dari pemikiran tersebut, Seminar Nasional 2026 sengaja diselenggarakan di lingkungan perguruan tinggi, seperti UPH.

 “Perguruan tinggi harus menjadi ruang untuk membicarakan nilai-nilai keluarga, ketahanan, dan iman. Dari kampus inilah kita ingin membangun fondasi yang kuat bagi keluarga-keluarga Indonesia ke depan,” ujar Prof. Binsar.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.