BREAKING NEWS
 

Panas Makkah Kian Terik, Jemaah Lansia Banyak Yang Kelelahan

Reporter & Editor :
MUHAMMAD RUSMADI
Selasa, 5 Mei 2026 07:25 WIB
Jemaah haji yang akan melaksanakan umrah wajib, disarankan melakukannya pada sore atau malam hari, menghindari cuaca terik, setelah beristirahat terlebih dahulu di penginapan. (Foto: Foto ilustrasi: Rusma/Rakyat Merdeka/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka -  

Laporan Wartawan Muhammad Rusmadi & Tim MCH PPIH Arab Saudi Dari Makkah

Cuaca ekstrem dengan suhu yang menembus lebih dari 36 derajat celsius, bahkan mencapai 42 derajat Celsius pada siang hari, mulai menjadi tantangan serius dalam penyelenggaraan ibadah haji 2026. Kondisi ini terutama berdampak pada jemaah lanjut usia (lansia) yang rentan mengalami kelelahan hingga gangguan kesehatan saat beraktivitas di luar ruangan. 

Dalam dua hari terakhir, Sabtu (2/5/2026) dan Minggu (3/5/2026), sejumlah jemaah lansia dilaporkan tumbang dan nyaris pingsan usai menunaikan umrah wajib di Masjidil Haram. Peristiwa tersebut terjadi saat mereka berjalan kaki menuju Terminal Jabal Ka’bah di bawah terik matahari menjelang tengah hari. Dugaan sementara mengarah pada gejala awal serangan panas (heatstroke), ditandai dengan kondisi tubuh lemas dan penurunan kesadaran. 

Petugas Penanganan Krisis dan Pertolongan Pertama pada Jamaah Haji (PKPPJH) sigap memberikan bantuan di lokasi. Jemaah yang terdampak segera dipindahkan ke kursi roda, didinginkan, dan dibawa ke tempat yang lebih teduh untuk penanganan lanjutan. Pada kasus lain, jemaah yang mengalami kelelahan ringan ditangani dengan pemberian air minum dan asupan energi cepat seperti kurma sebelum mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Baca juga : Ahmad Irawan: Jika Parpol Hanya Punya 13 Kursi, Takkan Efektif

Fenomena ini juga terlihat pada sejumlah lansia lain yang memilih beristirahat di trotoar setelah berjalan di bawah terik matahari. Sebagian dari mereka menolak menggunakan kursi roda dan hanya beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan menuju terminal bus. 

Di tengah tantangan cuaca tersebut, Pemerintah memastikan bahwa penyelenggaraan ibadah haji 2026 secara umum tetap berjalan lancar dan terkendali. Hingga Sabtu (2/5/2026), sebanyak 192 kelompok terbang (kloter) dengan total 74.652 jemaah dan 765 petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci. Dari jumlah tersebut, 184 kloter dengan 71.362 jemaah dan 733 petugas telah tiba di Madinah. 

Proses pergerakan jemaah dari Madinah menuju Makkah juga berlangsung tertib dalam pengawasan petugas di berbagai titik layanan. Pemerintah terus memastikan seluruh tahapan operasional berjalan sesuai rencana, meski dihadapkan pada kondisi cuaca yang menantang. 

Adsense

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaff menyampaikan, hingga hari ke-13 operasional haji, seluruh proses berjalan dengan baik dan menunjukkan peningkatan kualitas layanan. 

Dari sisi kesehatan, secara kumulatif tercatat 6.823 jemaah menjalani rawat jalan. Sebanyak 117 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dan 141 jemaah dirujuk ke rumah sakit di Arab Saudi. Sebanyak 59 jemaah masih dalam perawatan. 

Baca juga : Mahfuz Sidiq: Gagasannya Lebih Adil Untuk Semua Parpol

Menghadapi kondisi ini, Pemerintah mengimbau jemaah, khususnya lansia, agar membatasi aktivitas di luar ruangan pada jam-jam terik serta tidak memaksakan diri. Adaptasi terhadap iklim panas dan kering di Tanah Suci dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga kondisi fisik menjelang puncak ibadah haji di Arafah. 

Pemerintah juga memastikan penguatan layanan kesehatan dan pengawasan terhadap jemaah kelompok rentan terus dilakukan guna menjamin keselamatan dan kelancaran ibadah seluruh jemaah. 

7 Jemaah Wafat 

Tujuh jemaah haji Indonesia dilaporkan wafat di Arab Saudi di tengah kondisi cuaca yang mulai terik melanda Tanah Suci. Kenaikan suhu udara yang signifikan turut menjadi tantangan bagi kesehatan jemaah, khususnya pada masa awal adaptasi. 

Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaf, menyampaikan, mayoritas penyebab kematian dipicu oleh serangan jantung dan radang paru-paru. 

“Total jemaah yang wafat sebanyak tujuh orang. Kita doakan semoga husnul khatimah,” ujarnya. 

Baca juga : Bantuan Sanitasi Dari Negara Perbaiki Kualitas Hidup Rakyat

Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) memastikan, seluruh jemaah yang wafat akan mendapatkan hak badal (digantikan orang lain) haji. Pemerintah juga menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh jemaah, termasuk dalam penanganan kondisi darurat. 

Dari sisi layanan kesehatan, hingga Sabtu (2/5/2026) tercatat sebanyak 6.823 jemaah menjalani rawat jalan. Sebanyak 117 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan 141 jemaah dirawat di rumah sakit Arab Saudi, dengan 59 jemaah masih menjalani perawatan hingga saat ini.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense