BREAKING NEWS
 

Jemaah Terpisah Rombongan, Seksus Al-Haram Sigap Menolong

Reporter & Editor :
MUHAMMAD RUSMADI
Kamis, 7 Mei 2026 07:25 WIB
Jemaah haji Indonesia di Masjid Al-Haram dan PPIH Seksi Khusus Al-Haram. (Foto: MCH 2026)

RM.id  Rakyat Merdeka - Laporan Wartawan Rakyat Merdeka Muhammad Rusmadi Dari Media Center Haji, Makkah

Memasuki hari ke-15 operasional haji 1447 H/2026 M, pergerakan jemaah di Kota Suci Makkah semakin padat. Aktivitas ibadah yang memuncak di Masjidil Haram membuat potensi jemaah terpisah dari rombongan kian meningkat. 

Sejak kedatangan gelombang pertama jemaah Indonesia dari Madinah pada 30 April 2026, Tim Seksi Khusus (Seksus) Masjidil Haram dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja Makkah terus bersiaga penuh. 

Tim yang dibentuk Kementerian Haji dan Umrah RI ini ditempatkan di berbagai titik strategis di area Masjidil Haram, mulai dari pelataran hingga jalur akses keluar-masuk jemaah. Fokus utama mereka adalah memastikan jemaah yang meng alami kendala, terutama terpisah dari rombongan, bisa segera ditangani. 

Baca juga : Idris Idham: Ini Momentum Evaluasi Sistem Kerja Kesehatan

Di tengah lautan manusia yang memadati Masjidil Haram, keberadaan tim Seksus menjadi garda terdepan perlindungan jemaah. Mereka tak hanya memberi informasi, tetapi juga melakukan pendam pingan langsung hingga jemaah kembali ke hotel. 

Pendampingan dilakukan secara cepat dan terkoordinasi. Petugas membantu mengidentifikasi jemaah, menelusuri asal kloter, hingga mengantarkan mereka ke terminal bus yang sesuai untuk kembali ke penginapan.

Pantauan Media Center Haji (MCH) pada Rabu (6/5/2026) pagi menunjukkan ribuan jemaah dari berbagai negara memadati Masjidil Haram. Jemaah Indonesia tampak menjalankan umrah wajib, salat sunnah, hingga beribadah mandiri di area sekitar. 

Adsense

Namun, di tengah kepadatan tersebut, sejumlah jemaah dilaporkan terpisah dari rombongan dan kebingungan mencari jalan pulang. 

Baca juga : Aji Muhaharman: Investigasi Dilakukan Secara Komprehensif

Tim Seksus pun langsung bergerak cepat setiap kali menerima laporan. Respons sigap ini menjadi kunci agar jemaah tidak terlalu lama berada dalam kondisi kebingungan. 

“Pagi ini ada jemaah yang melaporkan kehilangan rombongan, ada juga yang tertinggal barang. Semua sudah kami bantu tangani,” ujar anggota Tim Seksus Masjidil Haram, dr. Irwan Mustafa. 

Menurut Irwan, petugas memang disebar di banyak titik agar mudah dijangkau oleh jemaah yang membutuhkan bantuan sewaktu-waktu. 

Sementara itu, Kementerian Haji dan Umrah mencatat, pada Selasa (5/5/2026) sebanyak 6.260 jemaah dari 16 kloter tiba di Makkah. Mereka berasal dari berbagai embarkasi seperti Yogyakarta, Kertajati, Padang, Medan, Solo, Surabaya, Lombok, dan Balikpapan. 

Baca juga : DPR Harap Lulusan LPDP Pulang Bangun Bangsa

Dengan tambahan tersebut, total jemaah haji Indonesia yang telah berada di Makkah mencapai 30.328 orang dari 77 kloter. 

Di sisi lain, tantangan pelayanan juga meningkat seiring tingginya jumlah jemaah lanjut usia. Pada musim haji tahun ini, tercatat sekitar 44.000 jemaah Indonesia merupakan lansia, dengan total jemaah berisiko tinggi mencapai 177.253 orang. 

Untuk itu, PPIH Arab Saudi Daerah Kerja Makkah menetapkan skema khusus pelaksanaan umrah wajib bagi lansia, penyandang disabilitas, serta jemaah dengan kondisi kesehatan tertentu. 

Pelaksanaan umrah dijadwalkan pada pagi dan malam hari guna menghindari suhu panas ekstrem siang hari, demi menjaga keselamatan dan kenyamanan jemaah selama beribadah di Tanah Suci.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense